BLH Lingga Akan Benahi Kolong Dabo Lama

oleh

LINGGA (SK) — Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Lingga, segera menangai kolong Dabo Lama yang saat ini airnya tergenang, akibat dari tergenangnya air, tentunya menjadikan kolong tersebut tempat sarang nyamuk, dan hal ini harus dipandang serius untuk mengatasinya.

Kepalah BLH Lingga, Drs Junaidi Adjam, saat ditemui Sijori Kepri, mengatakan, Dabo singkep difokuskan pada tahun 2016 untuk menerima Adipura, salah satu penangganan yang akan di lakukan adalah terhadap kolong ini, karena kondisi kolong Dabo Lama tersebut sudah sangat rawan dengan sumber penyakit, akibat dari genangan air yang bercampur dengan sampah yang cukup banyak, ini diakibatkan karena kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan dan pola hidup yang sehat, sehingga akan berdampak pada timbulnya penyakit malaria.

“Genangan air dikarenakan alur sungai ke laut sudah tersumbat akibat musim selatan, yang menutup muara sungai hingga terjadi genangan air dalam lingkungan perumahan masyarakat,” ucapnya, Selasa (24/11/2015).

BACA JUGA :  Lis : Jadikan Al Quran “SEBAGAI PEDOMAN HIDUP”

Untuk penanganannya, kata Junaidi, kami akan mengupayakan mempekerjakan satu orang Tenaga Harian Lepas (THL) beserta perlengkapannya, untuk menangani masalah sampah yang ada didalam kolong, dan sekaligus mensosialisasikan kepada masyarakat, agar tidak lagi membuang sampah didalam kolong tersebut.

“Kedepannya kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU), agar ada penanganan fisik sekitar kolong tersebut, agar tidak lagi menjadi daerah yang kumuh serta terbebas dari berbagai penyakit,” terangnya.

Selain itu, lanjut Junaidi, kita akan menyiapkan tempat sampah dipemukiman penduduk, karena pada 2016, TPA sampah yang berada disingkep barat kita fungsikan, jadi semua sampah akan kita angkut kesana menggunakan dumtruk, untuk pengadaan dumtruk ini, kita telah bicara saat rapat dengan banggar, saat itu, Ketua DPRD menyerahkan kita BLH untuk pengadaan dumtruk tersebut, namun, kita tidak siap.

“Dalam rapat dengan banggar itu juga ada Kabag perlengkapan, untuk itu, sehingga ketua DPRD mengintruksikan kepada bagian perlengkapan untuk memasukkan pengadaan dan jasa dumtruk, berapa unit yang dibutuhkan, dan akan disesuaikan dengan kebutuhan,” paparnya.

BACA JUGA :  BLH Lingga Bagikan Masker

Terakhir junaidi menuturkan, untuk penanganan sampah ini, kita akan berkoordinasi dengan PU, sebab TPA sampah dibawah koordinasi PU, karena dinas tersebut yang membangunnya, selain itu, dinas PU mempunyai, bidang kebersihan dan pertamanan, sementara kita di BLH tidak mempunyai bidang tersebut.

Sementara itu, Zahari (54), salah seorang warga yang tinggal disekitar kolong Dabo Lama, meminta kepada pihak instansi terkait untuk dapat membuka kembali alur sungai yang telah buntu, sehingga tidak tergenang seperti sekarang ini, dan ada pertukaran air laut dan darat, dengan dibukanya alur sungai kembali, air laut akan masuk sehingga nyamuk tidak lagi dapat bersarang dikolong ini.

“Dulunya kolong ini airnya bercampur dengan air laut, karena alur sungai tidak buntu, dan ikan pun dulu banyak dikolong ini, membuat telur nyamuk tidak dapat berkembang karena dimakan ikan, tapi sekarang, kolongnya buntu ikan pun tidak ada lagi, membuat nyamuk dengan cepat berkembang biak, Bahkan, sudah ada warga yang terserang demam, namun, saya tidak tahu apakah cuma demam biasa atau demam malaria,” imbuhya. (SK-Pus)

BACA JUGA :  Tahun 2017 "BLH AKAN SIAPKAN TPS di PANCUR"

LIPUTAN LINGGA : PUSPANDITO
EDITOR : DEDI YANTO

kondisi kolong Dabo Lama (Foto: Puspandito)
kondisi kolong Dabo Lama (Foto: Puspandito)
kondisi kolong Dabo Lama (Foto: Puspandito)
kondisi kolong Dabo Lama (Foto: Puspandito)
kondisi kolong Dabo Lama (Foto: Puspandito)
kondisi kolong Dabo Lama (Foto: Puspandito)
Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.