Kaisar Langit akhirnya memutuskan untuk menyelenggarakan perlombaan penyeberangan Sungai pada Hari Ulang Tahunnya. 12 Binatang yang berhasil menyeberang dan mencapai titik akhir perlombaan lebih duluan akan ditetapkan sebagai panggilan nama tahun. Setelah pengumuman tersebut diumumkan, semua binatang di muka bumi ini ingin memenangkan perlombaan agar nama mereka terdaftar sebagai lambang nama tahun.
Pada waktu itu, Kucing dan Tikus adalah teman baik, mereka sering makan dan tidur bersamaan. Tikus mengatakan kepada kucing bahwa dia ingin memenangkan Perlombaan ini agar nama “Tikus” dapat dijadikan lambang tahun, tetapi kesempatan untuk menang akan sangat kecil karena badannya yang kecil dan juga kemampuan berenang yang kurang baik. Kucing kemudian berkata “Karena badan kita kecil, kemampuan lari pun tidak cepat, oleh karena itu, kita harus bangun tidur lebih cepat. Si Kerbau biasanya bangun lebih pagi, kita minta si Kerbau untuk membangunkan kita pada hari perlombaan tersebut”. Si Tikus sangat senang setelah mendengarkan nasihat dari si Kucing.
Pada hari perlombaan, sebelum matahari terbit, si Kerbau pun menepati janjinya dengan membangunkan si Tikus dan si Kucing. Si Kerbau juga berbaik hati memperbolehkan si Tikus dan si Kucing untuk duduk di atas badannya. Sesampainya di pertengahan Sungai, si Tikus kemudian mendorong si Kucing jatuh ke Sungai. Karena si Kerbau hanya fokus pada pertandingan, si Kerbau pun tidak merasakan bahwa si Kucing telah jatuh ke Sungai. Pada saat hampir mendekati titik akhir perlombaan, si Tikus tiba-tiba loncat dari badan si Kerbau dan dengan sekuat tenaganya berlari menuju ke titik akhir perlombaan. Si Tikus berhasil menjadi yang pertama (1) tiba di titik akhir perlombaan. Sesaat kemudian si Kerbau tiba mendapatkan urutan ke dua (2).
Beberapa saat kemudian si Harimau pun tiba dengan badannya yang basah kuyup, tetapi hanya dapat urutan ke tiga (3).









