TANJUNGPINANG – Marina Ferry memberlakukan perubahan jadwal pelayaran rute Johor Bahru–Tanjungpinang sebagai upaya mempermudah perjalanan penumpang sekaligus mendukung peningkatan kunjungan wisatawan asal Malaysia melalui Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura.
Perubahan jadwal tersebut mulai berlaku sejak 1 Juli 2026. Melalui penyesuaian ini, pada hari-hari tertentu tersedia dua kali jadwal keberangkatan, sehingga penumpang memiliki lebih banyak pilihan waktu perjalanan dibandingkan sebelumnya.
Direktur Marina Ferry, Rusna, mengatakan perubahan jadwal dilakukan untuk mengakomodasi meningkatnya kebutuhan perjalanan antara Johor Bahru dan Tanjungpinang.
“Kita ada merubah jadwal perjalanan dari dan ke Johor dan Tanjungpinang sejak 1 Juli 2026 yang lalu,” ujar Rusna, Jumat, 17 Juli 2026.
Menurut Rusna, setiap kapal Marina Ferry memiliki kapasitas hingga 150 penumpang dalam satu kali pelayaran.
Untuk rute Johor Bahru–Tanjungpinang, kapal berangkat setiap Sabtu, Minggu, dan Senin pukul 09.45 dan 15.45. Sementara dari Tanjungpinang menuju Johor Bahru, pelayaran tersedia setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu pada pukul 07.00 dan 13.45.
Rusna menjelaskan layanan tersebut dioperasikan melalui kerja sama dengan dua perusahaan pelayaran dalam satu konsorsium guna mendukung kelancaran operasional rute internasional tersebut.
Selain meningkatkan layanan, Marina Ferry juga berharap adanya dukungan pemerintah untuk membantu menekan biaya operasional, terutama harga bahan bakar, sehingga tarif tiket dapat lebih kompetitif dibandingkan rute pelayaran dari Batam.
Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Tanjungpinang, Sapril Sembiring, menyambut baik perubahan jadwal pelayaran tersebut. Menurutnya, kemudahan akses transportasi akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan Malaysia.
“Alhamdulillah, kita bersyukur atas perubahan jadwal Ferry dari dan ke Johor Bahru ini, dan kita akan terus berkoordinasi dengan teman-teman stakeholder pariwisata di Tanjungpinang, agar Tanjungpinang lebih mudah diakses dan meningkatkan kunjungan wisatawannya,” kata Sapril.
Sapril menambahkan, pasar wisatawan Malaysia saat ini menunjukkan tren yang semakin positif. Wisatawan dari negeri jiran itu umumnya tertarik menikmati wisata sejarah, budaya Melayu, kearifan lokal, kuliner khas, hingga aktivitas berbelanja di Tanjungpinang.
Karena itu, ia menilai penguatan promosi, pembenahan infrastruktur, dan peningkatan kualitas destinasi wisata perlu terus dilakukan agar potensi kunjungan wisatawan Malaysia dapat dimanfaatkan secara optimal. ***
















