BATAM – Universitas Riau Kepulauan (Unrika) resmi menetapkan tiga kandidat yang akan bersaing dalam pemilihan rektor. Ketiga akademisi tersebut akan mengikuti tahapan seleksi untuk menentukan pemimpin baru kampus yang menjadi salah satu perguruan tinggi tertua di Provinsi Kepulauan Riau.
Adapun tiga kandidat yang telah resmi ditetapkan yakni Prof. Dr. Sri Langgeng Ratnansari, Dr. Suryo Hartanto, S.T., M.Pd., dan Dr. Tibrani, S.E., M.Si.
Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Pemilihan Rektor Unrika, Amrullah Rasal, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/7/2026), mengatakan seluruh tahapan seleksi dirancang mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan independensi.
Menurut Amrullah, proses pemilihan rektor tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum untuk menerapkan prinsip good governance dan rule of law dalam tata kelola perguruan tinggi.
“Momentum pemilihan rektor ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan panggung nyata untuk mengimplementasikan teori good governance dan rule of law yang selama ini kita ajarkan di ruang kuliah langsung ke dalam tata kelola institusi,” ujarnya.
Ia menegaskan Panitia Seleksi berkomitmen menjaga seluruh tahapan agar berlangsung secara objektif, terbuka, dan bebas dari intervensi pihak mana pun.
“Penerapan prinsip tersebut kami wujudkan lewat jaminan kepastian hukum, keterbukaan informasi, serta penyusunan tahapan yang bersih dari intervensi kepentingan individu maupun kelompok. Legitimasi hasil akhir mutlak dinilai murni dari kualitas proses yang berjalan,” tegasnya.
Amrullah berharap proses seleksi yang sehat mampu menghasilkan rektor yang memiliki legitimasi kuat, berpandangan visioner, dan mampu membawa Unrika berkembang secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Batam (YPTB), Edwin Agung Wibowo, menyebut hadirnya tiga kandidat merupakan hasil penerapan sistem seleksi yang terbuka bagi dosen yang memenuhi persyaratan.
Menurutnya, mekanisme tersebut berhasil melahirkan figur-figur potensial yang diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi Universitas Riau Kepulauan.
“Melalui sistem terbuka ini, alhamdulillah lahir tiga figur pemimpin baru yang potensial. Kami optimis mereka mampu membawa Unrika bertransformasi menjadi kampus yang jauh lebih maju,” katanya.
Saat ini, Unrika mengelola lima fakultas dan satu program pascasarjana dengan jumlah mahasiswa hampir 5.000 orang. Kepemimpinan baru diharapkan mampu memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat regional maupun nasional. ***
















