Kedua, si bayi dikeluarkan secara paksa, dengan ditarik bagian kepalanya oleh dua orang bidan atau perawat, dengan ditarik dengan posisi lurus, bukan arah bawah sesuai penanganan kelahiran bayi. Dan inilah diduga menyebabkan anak bayi ini lahir cacat.
“Dan saat orang tua bayi ini dipanggil dokter ortopedi, dikatakan kemungkinan bayi mengalami erby palsy. Kita pelajari, erby palsy ini salah satu kemungkinannya kelalaian atau kesalahan dalam proses persalinan. Dan masih banyak keluhan lain yang nanti kita dalami lebih jauh untuk melengkapi berkas pelaporan secara hukum,” terang Ahmad Fidyani.
Alibi yang memperkuat dugaan malapraktik, dikatakan Ahmad Fidyani, bahwa berdasarkan 6 (enam) kali USG, kondisi bayi dalam kandungan dalam keadaan sehat dan normal.
Bahkan, USG terakhir, di tanggal 3 Mei, atau dua hari jelang kelahiran, kondisi si bayi dalam kandungan masih dalam keadaan baik, tidak ada terlihat cacat satupun.
Termasuk pula, dalam proses persalinan sampai dilakukan penambahan darah sebanyak dua kantong. Dikarenakan proses persalinan yang diduga dipaksakan normal, mengalami keluar darah cukup banyak.
Sementara itu, Iqbal, fungsional Humas RSUD Raja Ahmad Tabib, dikonfirmasi via telpon, membenarkan telah terjadi pelaporan keluhan pasien oleh keluarga dan kuasa hukum pada Senin 8 Mei 2023 pagi.
Dikatakan Iqbal, bahwa telah dilakukan rapat awal menyikapi laporan keluhan tersebut dengan memberi pernyataan awal bahwa tidak ada ditemukan tindakan malapraktik seperti yang dituduhkan.
“Kami sudah menaikkan keluhan ini ke manajemen dan tahap awal dinyatakan sesuai prosedur. Tapi dugaan malapraktek dirapat awal tadi belum ditemukan. Tapi kami akan bahas dan kaji lebih mendalam lagi dan memanggil pihak keluarga. Untuk sementara itu dulu informasi yang bisa saya berikan mewakili manajemen,” ujar Iqbal.
Hingga sore Senin 8 Mei 2023, bayi tersebut masih dirawat di RSUP Raja Ahmad Tabib. Walau pihak rumah sakit sudah memperbolehkan pulang, tapi pihak keluarga masih tetap bertahan sampai ada kejelasan pertanggungjawaban rumah sakit. ***
(red)









