“Dari sekian banyak perusahaan itu yang berjalan sampai sekarang hanya PT Jasa Angkasa yang menyediakan avtur. Dulunya, PT Jasa Angkasa menyediakan avtur (bahan bakar pesawat) di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF). Namun, karena tidak ada lagi tangkinya, kini perusahaan tersebut hanya melayani jasa pengangkutan avtur saja dari Tanjung Uban Bintan ke Bandara RHF,” tambahnya.
Selanjutnya, setelah dana penyertaan modal itu habis untuk membuat anak perusahaan, pada saat itu, Direktur Utama (Dirut) PT Pembangunan Kepri pernah juga mengajukan permintaan untuk penambahan modal PT Pembangunan Kepri.
“Karena memang sesuai dengan Perda, dana penyertaan modal yang akan diberikan oleh Pemprov Kepri ke PT Pembangunan Kepri jumlahnya mencapai Rp 100 miliar. Namun dari hasil audit modal awal itu tidak ada hasilnya, malahan menambah utang,” pungkasnya.
Sementara, Direktur BUMD PT Pembangunan Kepri, Azwardi, yang baru setahun 7 bulan memimpim, ketika dikonfirmasi, menanggapi dengan santai dan biasa-biasa saja.
“Kami nak ngapain dengan berita ini, apa nak kami jawab,” katanya singkat. (Wak Dar)








