– Hadirkan Kepala BNN Kepri.
SIJORIKEPRI.COM, NATUNA — Memberantas narkoba, yang merupakan salah satu pembunuh berdarah dingin yang menghancurkan generasi, merusak tatanan kehidupan masyarakat, tentu menjadi hal yang harus dilakukan.
Akan tetapi tidak hanya menjadi kewajiban sepihak saja, tapi perlu ada rasa tanggung jawab dan kerja sama semua pihak untuk memberantasnya.
Hal ini disampaikan Sekda Natuna, Wan Siswandi S.Sos M.Si, mewakili Bupati Natuna, dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi “Talk Show” peran pemuda dalam upaya memerangi penyalahgunaan markoba di perbatasan, di Aula Sri Serindit Batu Hitam, Ranai, Rabu, (25/04/2018).
Talk Show tersebut mengusung tema “Narkoba Musuh Kita Bersama” yang diselenggarakan Jaringan Jurnalis Indonesia (JJI ) Natuna, Komunitas Jomblo Kreatif (KJK) Natuna, dan Komunitas Muda Natuna (KOMUNA).
Lebih lanjut, Wansis mengatakan, bahwa, narkoba yang beredar di masyarakat adalah menyebabkan fisik menjadi melemah dan mengganggu kesehatan, mengganggu psikologi bagi pemakainya, membuat tatanan kehidupan berubah karena banyaknya pengguna narkoba yang melakukan tindakan kriminal untuk mendapatkan narkoba, dan hilangnya kehidupan sosial serta dapat meningkatkan tindakan kriminal lainnya, seperti tindakan asusila.
“Salah satu upaya memberantas peredaran narkoba di Indonesia, tentu pemerintah harus bekerja sama dengan semua lembaga negara seperti kepolisian, rumah sakit, BNN, dan instansi lainnya untuk dapat bahu membahu memberantas narkoba tersebut,” terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNN Provinsi Kepri, Brigjen Richard Nainggolan, dalam orasinya mengatakan, Pemerintah mulai dari Presiden hingga ketua RT, memiliki peranan dalam memberantas peredaran narkoba yang ada di Indonesia.
Selain pemerintah, sebut Richard, masyarakat juga menjadi pihak yang bertanggung jawab untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba dilingkungannya masing-masing. Juga bertanggung jawab untuk melaporkan setiap aktivitas jual beli atau penyalahgunaan narkoba yang mereka ketahui kepada pihak berwajib.
Kemudian tambah Richard, media massa juga memiliki peran dalam menyampaikan kampanye dan edukasi seputar narkoba. Pemerintah dapat menyampaikan pendidikan tentang bahaya narkoba kepada masyarakat dengan membuat beberapa iklan dan program yang menarik di media-media.
Beberapa hal yang sudah dilakukan, sambungnya, adalah menampilkan iklan di televisi, radio, majalah, dan situs media online. Selain itu pemerintah juga sudah melakukan kampanye dengan menjadi narasumber dalam talkshow-talkshow yang diadakan oleh radio atau televisi yang membahas mengenai narkoba.
“Tentu ini menjadi langkah yang baik, karena media merupakan sesuatu yang sangat dekat dengan keseharian masyarakat,” ungkap Richard, didepan peserta Talk Show yang terdiri dari Siwa siswi SMAN 1 Bunguran Timur, SMAN 2 Bung Timur, MAN Ranai, SMKN 1 Bunguran Timur, dan Mahasiswa STAI Natuna.
“Pemberantasan narkoba menjadi agenda penting negeri ini. Butuh kerjasama dan kerja keras dari semua pihak untuk memastikan narkoba benar-benar dapat hilang dari Indonesia,” tambahnya.
Adapun narasumber pada kegiatan tersebut diantaranya, Kasdim 0318/Natuna, Mayor Inf Agung Prawito Wicaksono, Dandenpom Lanal Ranai, Kapten Laut PM Deni Iqbal, Kasat Reskrim Narkoba Polres Natuna, Ramlan Chalid, dan Kepala Seksi Pencegahan, Pengendalian Penyakit Menular Dinkes, dr Ruminah MPH.
Turut hadir dalam giat tersebut, Kepala BPS Ranai, Drs Bustami, Perwakilan dari Disdikpora, Perwakilan dari Bakesbangpol, Tokoh Adat, dan Pemuka masyarakat. (nard)








