Kejadian bermula, kapal ini tengah melakukan aktivitas, Kamis, (11/6/2020) malam. Saat itu, cuaca tengah hujan disertai angin kencang dan gelombang tinggi. Karena gelombang tinggi, Feri Hardianta berusaha agar kapal tidak oleng.
Namun, sayang, tiba-tiba kemudi patah. Kapal terombang ambing dihantam gelombang. Feri berusaha menghubungi kawannya, Nanak, dan meminta tolong untuk dijemput di pulau Karimun Anak.
Pukul 23.00 WIB, Nanak tiba di lokasi. Dan langsung mengevakuasi tiga awak kapal naas ini. Saat itu, air laut telah masuk ke kapal. Karena, kapal telah tenggelam, mereka sepakat meninggalkan kapal dan keesekan harinya akan di tarik ke darat.
Keesekan harinya, salah seorang warga, menghubungi pihak keluarga korban. Ia menginformasikan, bahwa ada sebuah kapal yang mengapung. Kapal tersebut dalam keadaan tenggelam di depan Pelabuhan Malarko, Dusun Pelambung, Desa Pongkar, Kecamatan Tebing. Berdasarkan data dari Dinas Perikanan, bahwa kapal tersebut diduga milik korban.
Pada pukul 09.10 WIB, Kapolsek Tebing bersama Kasat Polair berusaha mengafakuasi dan menarik pompong tersebut ke darat bersama masyarakat nelayan Dusun Pelambung, Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, untuk dievakuasi ke darat. (Wak Fik)








