GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Disdik Cabut Subsidi Transportasi Siswa Tidak Mampu

×

Disdik Cabut Subsidi Transportasi Siswa Tidak Mampu

Sebarkan artikel ini

ANAMBAS (SK) — Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 di Kecamatan Siantan Tengah mempunyai tenaga pengajar berjumlah 15 orang guru terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) 10 orang dan Guru Tenaga Tambahan (GTT) berjumlah 5 orang untuk melayani 310 siswa, demikian disampaikan Fitri Andriani kepada Sijori Kepri, Terempa, Kamis, (10/9/2015) kemarin.

“Awalnya sekolah kami mempunyai siswa berjumlah 380 orang, akan tetapi banyak siswa yang berhenti, akibat daya minat untuk belajar rendah. Setelah kami jumpai siswa yang berhenti, rata-rata mengatakan kalau sekolah tidak menghasilkan uang dan mereka kerja mancing saja dapat membantu kebutuhan keluarganya,” kata Fitri.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Menurutnya, hingga kini pihaknya merasa kesulitan untuk melakukan pembinaan dan memberi pengertian dengan siswa, kami tidak bisa kerja sendiri dan kami butuh bantuan dari pemerintah, serta peran orang tua sangatlah penting agar daya minat siswa tumbuh kembali untuk belajar.

Dikatakan, saat ini siswa SMKN 1 yang berasal dari golongan keluarga tidak mampu berjumlah 130 siswa. Jika sekolah kami tidak disubsidi transportasi, maka kami pastikan akan terjadi pengurangan siswa di sekolah tersebut.

“Beberapa bulan kemarin pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan pernah menghentikan subsidi transportasi angkutan laut, sudah banyak yang tidak mampu pergi ke sekolah lagi, karena biaya angkutan laut sangat mahal,” ungkapnya.

“Hal ini harus menjadi pertimbangan bagi seluruh jajaran, baik itu Pemerintah daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), para guru dan wali murid siswa seluruhnya,” harapnya.

Kepala Bidang Bantuan Operasional Sekolah Refri Yendri mengatakan, terkait dengan subsidi transportasi memang awalnya ada perberhentian untuk sementara waktu, akan tetapi hal ini sudah kita berlakukan kembali dan seluruh biaya transportasi siswa akan ditanggung sepenuhnya.

“Hal ini terjadi dikarenakan ada kesalahan administrasi saja dan bukan mencabut subsidi transportasi yang sudah dianggarkan sebelumnya,” ucapnya saat ditemui Sijori Kepri diruang kerjanya.

Menurutnya, anggaran untuk subsidi transportasi mengalami kekurangan dan terpaksa kami ambil dari anggaran bantuan operasional sekolah agar dapat menambahkan anggaran subsidi transportasi angkutan tersebut,karena hal ini sangat dibutuhkan oleh setiap siswa.

“Anggaran yang dibantu untuk subsidi transportasi dibantu persiswa dan sesuai dengan trayeknya,” ungkapnya.

“Bantuan yang diberikan untuk setiap trayek berbeda-beda setiap siswanya. Jumlah siswa yang kami bantu sebanyak 1.300 siswa untuk seluruh Kabupaten Kepulauan Anambas dan tidak semua sekolah mendapatkannya,” ungkapnya lagi.

Dikatakan Refri, untuk anggaran subsidi transportasi angkutan bagi siswa, berlaku mulai dari siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), maupun Madrasah Aliyah (MA) tanpa terkecuali. Sepanjang angkutan transportasi siswanya tidak ada.

“Akan tetapi, Jarak tempuh anggaran subsidi transportasi menjadi pertimbangan bagi pihaknya,” tutur Refri.(SK-Ind)

LIPUTAN ANAMBAS : INDRA GUNAWAN
EDITOR : RUSMADI

Kepala Bidang BOSDA Refri Yendri.(Photo : Indra Gunawan)
Kepala Bidang BOSDA Refri Yendri.
(Photo : Indra Gunawan)
banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100