TANJUNGPINANG (SK) — Masyarakat Kota Tanjungpinang kecewa, karena Pawai Takbir Idul Adha 1437 H Pemko Tanjungpinang, yang biasanya setiap tahun melintas di seputaran Ruko di Jalan DI Panjaitan, Tanjungpinang tidak kunjung lewat hingga Pukul 22.00 WIB tadi. Padahal ramai warga Kota Tanjungpinang yang menunggu di sepanjang jalan itu.
Salah seorang warga Bintan Centre, Yuyun (35), mengaku dirinya bersama dengan keluarganya sangat kecewa sekali, karena tahun ini pawai takbir yang digelar Pemko Tanjungpinang tidak ada. Padahal, menurutnya Pawai Takbir ini setiap tahunnya pasti ada dan kami selalu menyaksikannnya.
“Kami sudah menunggu lama bang. Sejak selesai Sholat Isya tadi. Tapi hingga malam inipun tidak ada nampaknya Pawai Takbir Keliling yang lewat disini,” kata Yuyun, Pukul 22.00 WIB, Minggu, (11/09/2016).
Hingga berita ini di unggah, dari Pihak Pemko Tanjungpinang belum juga memberikan komfirmasinya lagi kepada media ini, perihal gagalnya Pawai Takbir Idul Adha tahun ini.
Sementara itu, Informasi dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tanjungpinang, Bambang Maryono, bahwa dirinya mendapatkan laporan dari Bagian Kesra, kalau Pawai Takbir ini tidak dilaksanakan, karena informasinya sampai hari H masyarakat yang mendaftar baru 14 orang, sehingga tidak memungkinkan untuk diadakan.
“Dari Informasi Pak Nadzib (Kabag Kesra, Red) yang daftar ikut Pawai Takbir tak ada. Bahkan Walikota Tanjungpinang pun bilang ke saya begitu,” ungkap Bambang.
Menurut Bambang, seharusnya Kesra menyampaikan hal ini ke masyarakat. Jangan sampai ini hal ini tidak di kasih tahu. Nanti masyarakat bisa marah.
“Ada atau tidak ada ada Pawai Takbir di Kota Tanjungpinang, Bagian Kesra harus sampaikan kepada masyarakat Kota Tanjungpinang. Takutnya sudah ada masayarakat yang siap-siap mau Takbir, tahu-tahu ngga ada. Jadi harus dikasi tahu,” ujarnya.
Bambang juga pernah menganjurkan hal ini kepada Endi (anggotanya Kabag Kesra, Red), untuk menyampaikannya kepada Kabag Kesra, agar Masjid-Masjid diberitahu.
“Tapi bahasa pak Endi ke saya, kalau hal ini disampaikan ke Masjid-Masjid, nanti takut ramai pula,” katanya.
Intinya, sambung Bambang, disini Kesra memang harus lebih jelas.
“Ada atau tidak ada acara Pawai Takbir itu, harus disebutkan. Apapun resikonya harus kita tanggung, biar imej masyarakat tidak menjelekkan pak Walikota,” katanya.
Sementara itu, Kabag Kesra Nadzib Agus Setiabudi, S.Pd, ketika di konfirmasi sore tadi, belum dapat menanggapi hal ini.
“Saya lagi rapat, nanti saya hubungi,” kata Nadzib. (SK-RM)













