GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Monumen Proklamasi “LAYAK JADI IKON DAERAH”

×

Monumen Proklamasi “LAYAK JADI IKON DAERAH”

Sebarkan artikel ini

– Sudah Mulai Terlupakan.

TANJUNGPINANG (SK) — Monumen Proklamasi yang berlokasi di depan gedung daerah, arah pintu keluar pelabuhan terkesan kurang layak dan terabaikan. Padahal di Monumen Proklamasi tersebut, pada tahun Tahun 1958 terjadinya integrasi antara Riau dan Republik Indonesia Serikat (RIS)

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Bung Karno, selaku Presiden Pertama RI, melakukan Peletakan batu pertama pembangunan Monumen Proklamasi, sekaligus penaikan bendera merah putih pertama. Untuk pertama kali Riau mengibarkan sang merah putih, yang menyatakan Riau (Kepri saat ini, Red) bagian dari RIS.

“Saat datang, juga Bung Karno yang kasih nama Jalan Samudra (sekarang SM Amin-Red) dan Jalan Merdeka, pertama kali dikibarkan bendera merah putih, pembuktian sejarah. Monumen tertua di Tanjungpinang, kini telah mulai dilupakan pemerintah dan masyarakat,” ungkap RME Mansyur Razak, mantan wakil DPRD Kota Tanjungpinang ini, Minggu, (27/11/2016).

Alumni terbaik ketiga Lemhanas tahun 2006 ini, merasa prihatin melihat kondisi Tugu Proklamasi tersebut yang terkesan dibiarkan, dan kurang mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kota Tanjungpinang, Pemerintah Provinsi Kepri, serta Pemerintah Pusat.

“Apabila melewati kawasan tersebut, selalu sedih melihatnya,” ungkap Mansyur berkaca-kaca.

Padahal, menurutnya, keberadaan Tugu Proklamasi merupakan bagian dari sejarah bangsa dan sejarah Kepri dan sejarah Kota Tanjungpinang.

“Untuk itu, saya menghimbau agar keberadaan Tugu Proklamasi dapat lebih diperhatikan, sehingga dapat menjadi ikon daerah. Dan Tugu Proklamasi ini bagian penting di samping sejarah lainnya (heritage) agar anak cucu kita mengetahuinya.
Jangan sampai kita kehilangan tapak sejarah bangsa, di bumi Kepri ini, dan jangan sampai melupakan sejarah (jas merah), sebagaimana yang dikatakan Soekarno,” ujarnya.

Sementara itu, ditambahkan Juprianto, pengamat sosial kemasyarakatan, merasakan hal senada. Dirinya terenyuh, apabila melihat kawasan tersebut. Sampah berserakan, rumput meninggi. Hanya tempat taruh genset, saat acara di Gedung Daerah. Akibatnya oli berserakan.

“Seharusnya pada saat 17 Agustus, dinaikan bendera merah putih, untuk penghormatan yang layak dikawasan tersebut. Sedihnya, disamping Tugu Proklamasi, dikawasan tersebut juga merupakan awal titik nol Km di Kota Tanjungpinang,” tambah Juprianto. (SK-DS)

 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100