KARIMUN (SK) — Kondisi Pasar Puan Maimun, yang berada di Sei Lakam, Kabupaten Karimun, hingga kini tetap saja semberaut. Dimana, pihak pengelola pasar, dalam hal ini Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Karimun, masih belum melakukan penanganan dalam bentuk apapun. Yang lebih mengejutkan lagi, hasil Notulen Rapat bersama Para Pedagang Pasar Maimun dengan Direktur Perusda Depanam Syam pun di cabut, alias hilang entah kemana.
Hamdan, salah seorang pedagang Pasar Maimun, mengatakan hal ini sangat mengecewakan. Pasalnya, notulen ini ditempel untuk diketahui bersama, dan demi kenyamanan bersama.
“Ini yang tak enaknya, baru beberapa hari di tempel hasil rapat kita ini, dah hilang pula. Ada apa ini,” katanya, Jumat, (09/12/2016).
Menurut Hamdan, tuntutan para pedagang Pasar Maimun sebenarnya sudah ditanggapi melalui rapat bersama. Dalam hal ini direktur Perusda, Depanam Syam, menjadi pemimpin rapat. Hasil tuntutan rapat yang isinya antara lain, meminta pedagang sayuran untuk tidak turun ke lantai dasar, sebab lantai dasar dikhususkan bagi pedagang ikan. Namun pada kenyataannya dilantai dasar banyak pedagang sayur yang membuka lapak di tempat itu.
“Hasil rapat itu juga sudah dinotulenkan. Dan notulen tersebut sudah di tempel diberbagai tempat pasar, agar dapat dibaca oleh para pedagang,” ujarnya.
Hamdan juga menambahkan, bahwa setelah adanya pemberitaan dari media ini sebelum, Selasa (06/12/2016), keesokan harinya notulen rapat ini menghilang.
“Jangan-jangan, karena sudah diberitakan, makanya dicabut notulen ini,” tandasnya.
Sementara itu, Direktur Perusda, Depanam Syam, masih bungkam ketika Jurnalis sijorikepri.com hendak melakukan komfirmasi melalui Handphone selulernya, Jumat, (09/12/2016). (SK-RK/C)








