LINGGA (SK) — Jembatan penghubung antara Desa Marok Tua dan ibu kota Kecamatan Singkep Barat, yang kurang lebih dua bulan tidak dapat digunakan akibat di hantam angin puting beliung, akhirnya kembali dapat digunakan oleh masyarakat sekitar.
Safarudin, Kepala Desa Marok tua, menuturkan, pembangunan jembatan ini hasil dari swadaya masyarakat serta bantuan para donatur, Beby Chandra, pemilik PT. Petra Dabo Singkep yang bergerak di bidang karet, menyumbangkan sekitar 50 jutaan, bersama Camat Singkep Barat, Siswadi, Lanal Dabo Singkep, Koramil, Polsek Singkep Barat, juga ikut turun membantu untuk melakukan gotong royong (Goro).
“Goro pada hari pertama, hampir empat ratusan orang yang turun. Tentunya, ini sangat membantu. Masyarakat dan guru, juga ikut menyumbangkan materi dan tenaga untuk pembangunan jembatan ini. Mengingat agar pengerjaan ini lebih maksimal, maka kelompok kerjanya dibagi, dengan waktu pengerjaan dua belas hari selesai,” ungkapnya, Senin, (19/12/2016).
Jembatan dengan panjang 220 meter dan lebar 2,5 meter, kata Safarudin, rusak sekitar 65 meter, saat ini telah selesai dikerjakan. Mulai hari ini, dapat digunakan kembali oleh masyarakat. Pemerintah Daerah, menurutnya sudah menganggarkan pembangunan jembatan ini, untuk dijadikan permanen pada tahun 2017 mendatang, berdasarkan hasil Musrenbang Kecamatan. Namun, karena kuwatir menunggu pembangunan dari Pemerintah Daerah tersebut lambat terealisasi, hingga diputuskan untuk dibangun secara sederhana dulu.
“Masyarakat, juga telah memberikan nama untuk jembatan ini, dengan nama jembatan Nyio Gading, yang bagi masyarakat memiliki makna yang sakral,” terangnya.
Diharapkan Pemerintah Daerah, lanjut Safarudin, dapat merealisasikan janjinya membangun jembatan tersebut, karena jika hanya mengandalkan dana ADD dan DD, rasanya hal tersebut akan sulit terwujud.
“Kita sangat mengharapkan perhatian pemerintah, karena Desa Marok Tua ini, sejak berdirinya Kabupaten Lingga sangat minim perhatian,” paparnya.
Sementara itu, Camat Singkep Barat, Siswadi, mengapresiasikan apa yang telah di kerjakan oleh masyarakat Desa Marok tua, yang telah bahu membahu melakukan gotong royong untuk mengerjakan perbaikan jembatan tersebut.
“Kita memberikan apresiasi apa yang telah dilakukan masyarakat, dan sikap gotong royong ini harus tetap terus dipertahankan. Ini merupakan yang kedua kalinya pembangunan jembatan dengan gotong royong, sebelumnya di Cukas juga gotong royong dalam membangun jembatan,” imbuhnya.
Sebelum Jembatan tersebut digunakan oleh masyarakat secara umum, dibacakan dulu do’a selamatan, yang turut di hadiri oleh Camat Singkep Barat dan Kapolsek Singkep Barat. (SK-Pus)








