GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Ramon Damora : Air Matamu Diwajah Kami “HANYA LINTAH YANG SINGGAH di PIPI”

×

Ramon Damora : Air Matamu Diwajah Kami “HANYA LINTAH YANG SINGGAH di PIPI”

Sebarkan artikel ini
Ramon Damora. (Foto : Munsyi Bagus Utama)

TANJUNGPINANG (SK) — Semuah kalimat yang kelihatannya sederhana, namun mengandung berjuta makna yang selama ini terpendam di hati anak kampung yang tidak dapat berbuat apa-apa, dilontarkan Ramon Damora pada acara Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) Ke IX, di Halaman Gedung Gonggong Tanjungpinang, Sabtu, (17/12/2016), malam.

Pada bait terakhir dari 17 bait itu, Ramon membacakan syairnya yang berjudul “Syair Orang kampung” yang merupakan akumulasi dari kekecewaan masyarakat pesisir akan janji-janji penguasa.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Airmatamu di wajah kami,,, hanya lintah yang singgah di pipi,,,Jangan tersinggung,,,Kami hanya orang kampung,” papar penyair yang juga menjabat Ketua PWI Kepri itu, mengakhiri puisinya.

Sebelum Ramon mengakhiri puisinya, para penonton tertegun saat ia melafaskan bait ke 4 dan ke 5, yang menggambarkan harapan nelayan yang tak tersampaikan.

“Tapi kami orang kampung,,,bertelanjang teluk dan laut,,,pantang pula bertekuk lutut. Setinggi apa kau akan sanggup,,,membesar-besarkan hati kami,,,bila di samudera semua degup,,,Tiba-tiba menjadi kecil kembali,” lirih Ramon.

Terlebih lagi saat ia membacakan di bait ke 8, yang melukiskan keputusasaan orang kampung akan janji penguasa yang tak pasti.

“Seanggun-anggun burung bayan,,,Meratap juga lenyapnya pohon,,,Selanun-lanun kau kurung nelayan,,,Jangan berharap kami memohon,” keluh Ramon, yang ditonjolkan dengan ekspresi wajahnya. (SK-MU/C)

 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100