SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Dari catatan resmi statistik yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, kegiatan ekspor Provinsi Kepri pada bulan April 2017 dibandingkan dengan bulan Maret 2017, mengalami penuruan sekitar 24,39 %, yaitu dari US$ 873.30 juta yang disebabkan menurunnya akspor komuditas migas sebesar 33,44 % dan non migas sebesar 20,80%.
Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, ekspor Provinsi Kepri mengalami penurunan sebesar 16,31 %, yaitu dari US$.1.043,49 juta menjadi US$.873,30 juta, turunnya nilai ekspor itu, dikarenakan turunya nilai ekspor non migas sebesar 27.23 %.
Sementara, total nilai kumilatif ekspor Provinsi Kepri dari Januari hingga April 2016, dibandingkan nilai ekspor kumulatif bulan Januari hingga Apri 2017, justru mengalami kenaikan sebesar 16,01 %, yaitu dari US$.3,405,85 juta menjadi US$.3.951.10 juta. Naiknya ekspor tersebut karena naiknya ekspor komulatif migas sebesar 70,71 % dan non migas sebesar 3,97%.
Kemudian non migas HS 2 digit terbesar pada bulan April 2017 adalah barang mesin/peralatan listrik sebesar US$.181,38 Juta, sedangkar secara kumulatif Januari-April 2017 mencapai US$.809,42 juta, dengan peranan terhadap ekspor sebesar 27,89 %.
Untuk ekspor ke Singapura, berdasarkan laporan itu pada bulan April 2017, mencacpai nila terbesar, yaitu US$.438,27 juta, sedangkan secara kumulatif Januari hingga April 2017 mencapai sebesar US$.1.986.91 juta, dengan kontribusinya mencapai 50,29 %.
Sedangkan lima pelabuhan yang memberikan kontribusi nilai ekspor Januari-
April 2017, yang terbesar urutannya, yaitu Pelabuhan Batu Ampar, dengan US$.639,20 juta, kemudian pelabuhan kabil/panau dengan US$.663,41 juta, disusul pelabuhan Tarempa dengan US$.537.67 juta dan Pelabuhan Karimun dengan US$.552.31 juta. Sehingga kontribusi kumulatif kelima pelabuhan tersebut pada Januari-April 2017 sebesar 86.97 %. (SK-MU/BPS Kepri)








