SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang, pada Sabtu, (05/08/2017), mengadakan Musyawarah Daerah (Musda) IV, dalam rangka memilih Ketua dan Pengurus Baru periode 2017 – 2022, yang dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul, S. Pd, di Kantor Sekretariat LAM Kota Tanjungpinang.
Dalam sambutannya, Syahrul, mengatakan, keberadaan LAM merupakan sesuatu kebanggan bagi kami. Selama ini, LAM sudah banyak memberi kontribusi untuk Kota Tanjungpinang, terutama dalam memberikan sumbangsih pemikiran serta dan mengangkat harkat martabat masyarakat Melayu di Provinsi Kepri.
Dengan dilaksanakan Musda IV ini, tutur Syahrul, mudah-mudahan ketua dan pengurus yang baru, dapat menjalankan lembaga ini dengan baik. Sehingga, nilai-nilai adat istiadat dan budaya Melayu dikekalkan, dan bisa memberi manfaat yang besar bagi kehidupan masyarakat, khususnya bagi orang-orang Melayu di Tanjungpinang.
Setelah ini, Syahrul menambahkan, sosialisasikan undang-undang mengenai LAM dan hal-hal yang menjadi pantang larang mengenai adat. Semoga, LAM Kota Tanjungpinang dapat memberikan inspirasi dan panutan bagi kemajuan negeri.
Sementara itu, Ketua LAM Kota Tanjungpinang, Wan Rumadi, menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak, jika selama memimpin lembaga ini ada hal-hal yang tidak berkenan di hati.
“Saya undur diri, karena sudah ketuaan dan kondisi kesehatan pun semakin menurun. Pesan saya, jagalah LAM ini. Mudah-mudahan, lembaga ini sukses dengan kepemimpinan yang baru,” ucapnya.
Diwaktu yang sama, Ketua LAM Provinsi Kepri, Abdul Razak, mengatakan, cara kerja LAM ini didasari dengan adat istiadat. Pemutusan pengurus yang baru nanti, berasal dari berbagai latar dan profesi, yaitu pemuka adat, ASN, dan pemuda.
“Orang-orang inilah yang akan membangkitkan dan melestarikan nilai-nilai adat dan budaya Melayu di Tanjungpinang Provinsi Kepri,” katanya.
Turut hadir pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah, Drs. Riono, M. Si, Ketua LAM Provinsi Kepri, Abdul Razak, Staf Ahli Ekonomi dan Pembangunan, Drs. Ali Hisyam, serta para pemuka Adat Melayu. (SK-DY/R)








