GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRI

Marka DJ Buka Kegiatan Pendampingan “IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013”

×

Marka DJ Buka Kegiatan Pendampingan “IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013”

Sebarkan artikel ini
Kadisdikpora Kabupaten Natuna, Marka DJ, para Panitia dan Peserta Kegiatan. (Foto : Bernard Simatupang)
– Ini Harapan Kepala Sekolah dan Pengawas SLTA Provinsi Kepri.

SIJORIKEPRI.COM, NATUNA — Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan adalah Implementasi Kurikulum 2013, yang secara umum harus dilaksanakan oleh semua Satuan Pendidikan secara bertahap, termasuk satuan pendidikan SMA yang penerapannya dimulai pada kelas X (Sepuluh).

Pemerintah telah melaksanakan berbagai upaya dalam mempersiapkan keperluan terkait pelaksanaan implementasi kurikulum 2013, antara lain mempersiapkan tenaga pendidik melalui pelatihan-pelatihan, biaya pengadaan buku pelajaran, bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan bagi siswa, bantuan biaya bagi siswa miskin dan lain-lain.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Natuna, Marka DJ S.Pd, dalam kata sambutannya, pada saat membuka acara Pendampingan Implementasi Kurikulum-13, IN 2, di Aula Pertemuan SMAN 2 Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Selasa, (24/10/2017).

Lebih lanjut, Marka, mengatakan, bertolak dari kebijakan Pemerintah terhadap peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, maka Pemerintah Kabupaten Natuna, melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga menyikapi pelaksanaan Kurikulum 2013, yaitu melaksanakan beberapa kegiatan pelatihan, yang melibatkan kepala sekolah dan guru mata pelajaran, bermaksud untuk mensosialisasikan sekaligus mempersiapkan pelaksanaan kurikulum dimaksud, pada setiap satuan pendidikan di Kabupaten Natuna.

Marka, berharap, para peserta benar-benar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kemampuan dan penguasaan materi Kurukulum 2013, guna mempermudah pelaksanaan pendampingan kurikulum kedepan di daerah masing-masing.

Pada kesempatan yang sama, Pengawas SLTA Provinsi Kepri, Drs H Hasmar Nasution S.Pd M.Si, mengatakan, sebagai abdi negara, harus mampu memberikan jawaban pasti, bahwa anak-anak didik kita kemudian akan menjadi asset unggul lewat proses pendidikan yang kita curahkan kepada mereka.

“Inilah saatnya kita berbuat, tidak ada kata terlambat. Ini waktunya setelah peserta dibekali dalam proses pendampingan ini, bangkitkanlah semangatmu, niatmu dan integritasmu dengan tulus, kembalilah dan tunaikan tugasmu sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013, Reszie Suksi Zany SPd, dalam laporannya mengatakan, proses dan hasil on 1 kegiatan Bantah Pendampingan K-13 Tahun 2017 yang dilaksanakan dari tgl 4 September hingga 16 September 2017, di 7 Sekolah SMAN se Bunguran Besar, berlangsung dengan baik.

Tujuan dari kegiatan ini, kata Reszie, adalah, untuk memperkuat pemahaman dan meningkatkan kemampuan warga sekolah dan pemangku kepentingan di sekolah untuk melaksanakan dan menjamin keterlaksanaan Kurikulum 2013, serta membantu memberikan solusi dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi saat Implementasi Kurikulum 2013.

Hal yang sama juga dikatakan Kepala Sekolah SMAN 2 Bunguran Timur, yang sekaligus bertindak sebagai Kepala Sekolah Induk Klaster, Ida Susanti S.Pd, mengatakan, untuk memberikan penguatan dalam memahami konsep Kurikulum 2013 terkait pelaksanaannya bagi guru adalah untuk menjamin terlaksananya Kurikulum 2013 secara efektif dan efesien.

“Tidak luput, juga untuk memberikan bantuan konsultasi, pemodelan (modeling) dan pelatihan personal, dan hal-hal spesifik dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 dengan cara tatap muka. Meningkatkan pemahaman dan penguasaan substansi dan mekanisme pelaksanaan pendampingan dan terlatihnya sejumlah guru yang mampu dan siap ditugaskan untuk melaksanakan Bimtek Pendampingan Kurikulum 2013,” katanya.

Hasil yang diharapkan, lanjutnya, sesuai pengamatan dilapangan, sudah mencapai nilai sekitar 70 dan 80, ini hasil yang baik walau masih ada kekurangan, namun tidak terlalu signifikan.

“Oleh karenanya, kita berharap dengan kesepakatan bersama, baik Kepala Sekolah, Guru Model maupun Guru Sasaran, kiranya kegiatan ini jangan berhenti sampai disini saja. Kita sepakati akan kita lanjutkan di sekolah kita masing-masing, demikian juga agar NGNP-nya mohon supaya dijalankan lagi untuk menutupi kekurangan yang ada di kegiatan in 1 dan in 2 nya”, harap Ida, sekaligus menutup acara secara resmi.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Nara sumber Perwakilan Provinsi Kepri, Raden Roro Widiayanti S,Pd, para Kepala Sekolah SMAN, para Guru Model, dan para Guru Sasaran. (SK-Nard)

 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100