[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Malas Baca, Tekan Ini”]
HMI Tanjungpinang – Bintan “KUTUK OKNUM POLISI”
– Gunakan Kekerasan Saat Demo di Bengkulu.
SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanjungpinang – Bintan, menggelar aksi simpatik di Bundaran Pamedan, Jalan Ahmad Yani, Tanjungpinang, Senin, (24/09/2018).
Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Februyadi, mengatakan, ada beberapa sikap yang disampaikan. Sikap itu adalah meminta Pemerintahan Jokowi-JK mengevaluasi kembali kebijakan yang tidak memihak kepada rakyat.
Sikap lainnya, meminta Pemerintahan Jokowi-JK sedini mungkin menstabilkan kondisi perekonomian Negara Indonesia. Memintak kepada Mahkamah Agung untuk peninjauan kembali putusannya terkait PKPU No 20 Tahun 2018.
”Kami mengutuk keras cara aparat kepolisian mengunakan kekerasan dalam menangani demonstrasi yang dilakukan oleh HMI Cabang Bengkulu, yang dilakukan aparat kepolisian diluar batas prosedur yang semestinya,” kata Februyadi.
Lebih jauh, pria yang sehari-hari menjabat Ketua Bidang PTKP HMI, cabang Tanjungpinang-Bintan ini mengatakan, kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan suatu kesatuan yang mengikat antara satu sama yang lainnya, oleh karena itu segala hal yang mengganggu Negara akan berdampak luas ke seluruh wilayah yang ada dalam Negara tersebut.
Indonesia merupakan Negara berdaulat dengan wilayah yang terbilang luas bersatu dalam bingkai NKRI, namun harus diperintah oleh pemimpin yang cerdas dalam mengelola segala bidang, terutama dalam bidang ekonomi.
Beberapa kurun waktu terakhir, perekonomian Indonesia kian memburuk, sehingga berimbas terhadap masyarakat secara luas. Dalam hal ini pemerintahan Jokowi-JK dinilai gagal dalam mewujudkan stabilitas ekonomi Negara, apalagi setelah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar hingga mencapai Rp 15.000/dolar.
Keresahan terhadap NKRI memicu terjadinya pergerakan mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia, namun pergerakan mahasiswa ini kerap kali mendapat perlakuan yang tidak baik dari aparat keamanan, tidak terkecuali HMI Cabang Bengkulu pada selasa 18 september 2018, di Spang Gedung DPRD, Bengkulu, dan telah jatuh korban atas tindakan kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian. (wak zek)








