Atas dasar itu, Ia meminta kepada Pemprov Kepri untuk dapat segera menyusun langkah-langkah tepat dalam menjamin ketersediaan air bersih di Pulau Bintan.
βSaat ini lagi kritis air bersih, jika tidak diantisipasi secepatnya, maka akan meningkat statusnya menjadi krisis air bersih di Pulau Bintan. Dan tentunya kita berharap hal ini tidak terjadi, maka komitmen Pemerintah Daerah harus lebih serius karena ini menyangkut pelayanan dasar,β tambahnya.
Mantan Walikota Tanjungpinang ini menambahkan, berdasarkan kajian sumber daya air di Pulau Bintan khususnya air permukaan sangat potensial. Hal itu dapat terwujud, seandainya seluruh pemangku kebijakan serius menyelesaikan persoalan ketersediaan air bersih di Ibukota Provinsi Kepri ini.
Pemerintah pusat sebenarnya sudah berusaha membantu melalui Balai Wilayah Sungai Kementerian PU. Saat itu, mereka menyiapkan waduk Kawal. Namun tidak berjalan optimal, karena Pemerintah Provinsi Kepri mala pasif dan tidak menyiapkan langkah-langkah selanjutnya dalam optimalisasi waduk tersebut.
“Pemerintah Provinsi Kepri harus melihat hal ini sebagai masalah yang serius, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Bahkan DPRD meragukan data yang disampaikan oleh Pemerintah Provinsi Kepri didalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) 2019 yang disampaikan beberapa waktu yang lalu. Dimana salah satu program pembangunan adalah program Pengelolahan Sumber Daya Air, dimana indikator persentase ketersediaan air bersih bagi penduduk disampaikan sangat tinggi, tetapi faktanya seperti ini,” ujarnya.
Lis juga menambahkan, bahwa jika persoalan ketersediaan air bersih di Pulau Bintan ini tidak segera ditangani dengan serius, maka hal yang paling mengkhawatirkan tentu akan berpotensi menjadi krisis air.
“Kita berharap agar krisis air bersih tersebut jangan sampai terjadi di Pulau Bintan, sehingga harus sudah mulai disusun perencanaannya secara baik. Paling tidak, tahun depan sudah mulai dilakukan langkah-langkah perbaikan dan pembenahan terhadap permasalahan waduk yang menjadi sumber ketersediaan air bersih,” harap Lis.








