Panti Jompo Rumah Bahagia Ditutup

oleh

– Akibat Defisit dan Efesiensi Anggaran.

LINGGA (SK) — Keberadaan Panti Jompo, yang keberadaannya diperuntukan bagi orang-orang jompo yang tidak memiilki sanak keluarga disatu daerah tentunya sangat dibutuhkan, namun dengan terjadinya defisit dan efesiensi anggaran oleh Pemkab Lingga, Panti Jompo Rumah Bahagia milik Pemkab Lingga untuk sementara ditutup atau diistirahatkan.

Kepala Dinas sosial, tenaga kerja dan transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Lingga H.Muslim, saat dikonfirmasi terkait tutupnya Panti Jompo tersebut, membenarkan, Untuk sementara Panti Jompo Rumah Bahagia kita istirahatkan, penghuninya kita kembalikan kepada keluarganya masing-masing, alhamdulillah telah ada keluarga dari penghuni panti jompo yang telah menjemput keluarganya.

“Tidak ada masalah, rumah jompo belum mendesak,” ungkap H.Muslim, kepada Sijori Kepri, melalui pesan singkatnya, Minggu (10/5/2015).

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Berhala Encek Syarif menuturkan, dirinya juga baru menjemput salah seorang penghuni Panti Jompo Rumah bahagia, walau yang kami jemput bukan merupakan keluarga, karena dia berasal dari Bagan siapi-siapi, beliau tidak punya sanak keluarga dan telah lama tinggal di desa kami.

BACA JUGA  Polres Lingga Salurkan Bantuan ke Panti Jompo Tuah Bunda

“Pada tahun 2013 lalu beliau dititipkan di Panti Jompo Rumah Bahagia, karena panti jompo tersebut ditutup beliau kita jemput kembali,” ucapnya.

Awalnya setelah menjemput, tutur Encik Syarif, rencananya akan saya bawa pulang ke Desa Berhala, namun sebelumnya saya berkoordinasi dulu dengan ibu Amalia, pengurus Panti jompo Tuah Bunda, setelah dilakukan pertemuan dengan pengurus Panti Jompo Tuah Bunda akhirnya kita tidak jadi membawa beliau pulang ke Desa Berhala, kita titipkan beliau di Panti Jompo Tuah Bunda.

“Saya mengucapkan terima kasih melalui dinas terkait kepada Pemkab Lingga, selama beliau di titipkan di Panti Jompo Rumah Bahagia, selain itu saya juga mengucapkan terima kasih kepada Panti Jompo Tuah Bunda yang telah bersedia menerima beliau untuk dititipkan disini (Panti Jompo Tuah Bunda-Red),” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD Paguyuban Pansundan, Kabupaten Lingga, Amalia dan juga Ketua serta pengurus Yayasan Panti Jompo Tuah Bunda menyampaikan, Kami dari Panti Jompo Tuah Bunda tidak pernah memilih atau memandang ras maupun suku untuk dititipkan disini, selagi masih ada tempat kita selalu menerima siapa pun itu, karena untuk mengurus orang tua jompo ini telah kami lakukan sebelum kita mengurus yayasan ini secara resmi.

BACA JUGA  Polsek Gunung Kijang Singgahi Rumah Bahagia Panti Jompo Kelurahan Kawal

“Memang diakui untuk perawatan dan makan sehari-hari kita belum mendapat bantuan rutin dari Pemkab dan Donatur setiap bulannya, namun kita melupakan ada juga donatur yang tidak mengikat memberikan bantuan berupa beras dan uang serta yang lainnya. Saat ini yang tinggal di Panti Jompo Tuah Bunda hanya empat orang, dua laki-laki dan dua perempuan,” terangnya.

Bangunan Panti Jompo Tuah Bunda memang belum selesai pembangunannya, bila bangunan ini selesai tentu lebih banyak orang tua jompo yang dapat dititipkan disini.

“Untuk pembangunan pisik bangunan ini, kita mendapat bantuan dari Provinsi Kepri sebesar Rp 200 juta, dari Pemkab Lingga sebesar Rp 50 juta, kondisi bangunan tersebut telah mencapai 80 persen dan telah menghasilkan dana sebesar kurang lebih Rp 600 juta, memang kita masih kekurangan dana untuk merampungkan bangunan ini,” imbuhnya. (SK-Pus)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.