Siswa SMK Mahardika Juara 3 NYIA

oleh

LINGGA (SK) — Dua pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mahardika, yang ikut National Young Inventors Award (NYIA) ke 8 tahun 2015, yang diselenggarakan oleh Lembaga ilmu Pendidikan Indonesia (LIPI) di Jakarta, 23 hingga 28 Agustus 2015, dengan Alat Pemisah Pasir Timah (AP2T) ciptaannya, mereka berhasil meraih juara ke 3 pada ajang berskala Nasional tersebut.

Kepala sekola SMK Mahardika, Muchtisar, mengatakan, untuk keberakatan siswa/siswi kita ke Jakarta 23 Agustus lalu, sepenuhnya ditanggung oleh pihak BPMP Provinsi, karena kita telah beberapa kali mencoba meminta bantuan dengan beberapa Dinas di Kabupaten Lingga namun, tidak memberikan jawaban.

“Tentunya hal ini menjadi satu pelajaran berharga bagi kita pihak sekolah, karena untuk keberangkatan siswa yang berpretasi, tapi kita tidak mampu sehingga harus dihendel pihak Provinsi, sungguh mahal prestasi yang di capai anak didik kita yang berjuang hingga ke tingkat Nasional, apa yang dapat kita banggakan bagi siswa/siswi kita yang berpretasi ke kancah Nasional membawa nama Lingga, dan Provinsi, bahkan mewakili Sumatra, tapi kita di Lingga tidak dapat berbuat apa-apa,” ungkapnya, Kepada Sijori Kepri, Senin (31/8/2015) di ruang kerjanya.

BACA JUGA  Muhctisar: Siswa Berprestasi SMK Mahardika Hampir Gagal Berangkat

Sementara itu, menurut, Puja Clara Bestari dan Muhammad Wahyudi, ide menciptakan AP2T ini berawal ketika seringnya mereka melihat para pendulang timah yang bekerja secara manual, karena bila memisahkan antara pasir dan timah secara manual disamping pengerjaannya dilakukan dalam waktu lama, yang dihasilkan tidaklah terlalu bersih karena masih mengandung pasir, tentunya hal ini tidak begitu efektif.

“Bila dikerjakan menggunakan AP2T, disamping waktu pengerjaannya lebih cepat, timah yang dihasilkan lebih bersih, dan dengan AP2T dalam satu jam dapat menghasilkan 24 Kg timah yang sudah bersih,” terangnya.

Lolosnya mereka ke Jakarta, cerita Clara, saat mengikuti Teklnologi Tepat Guna (TTG) tingkat Provinsi, mereka hanya meraih juara kedua, karena Batam yang meraih juara satu. Salah seorang tim juri yang merupakan dari Lembaga ilmu Pendidikan Indonesia (LIPI) Jakarta, menyarankan kepada kami untuk mengikuti NYIA ke 8 tahun 2015 yang diselenggarakan LIPI, dari 401 judul yang diambil hanya 30 judul, kebetulan waktu penyeleksian kita dari Lingga meraih peringkat kedua pada penyaringan tersebut.

BACA JUGA  Muhctisar: Siswa Berprestasi SMK Mahardika Hampir Gagal Berangkat

“Karena keterbatasan biaya keberangkatan kita seluruhnya dihendel oleh pihak BPMP Provinsi Kepri, sekaligus mewakili Provinsi Kepri dan Sumatra di tingkat Nasional, dan alhmdulillah kita meraih Juara 3, kita mendali perunggu, sertifikat, uang pembinaan dan satu unit Hp ASUS, yang rencananya Hp ini akan kita jual untuk menambah biaya penyempurnaan AP2T kita,” ungkapnya.

Setelah kemenangan ini, Lanjut Clara, rencananya pada 7 hingga 12 Oktober 2015 mendatang, Muhammad Wahyudi akan berangkat ke Banda Aceh untuk mengikuti TTG tingkat Nasional mewakili Provinsi Kepri, sementara saya akan mengikuti Intel Young Inventors Award (IYIA), di Taiwan, mewakili Indonesia untuk tingkat Internasional, ajang ini merupakan kerjasama antar LiPI dan Intel.

“Kita berharap adanya perhatian dari Pemkab Lingga untuk siswa/siswi yang berpretasi, karena masih banyak siswa/siswi yang berprestasi namun belum mendapat perhatian,” paparnya. (SK-Pus)

LIPUTAN LINGGA : PUSPANDITO
EDITOR : DEDI YANTO

Puja Clara Bestari, Ka.SMK Mahardika. Muchtisar, Muhammad Wahyudi (Photo : Puspandito)
Puja Clara Bestari, Ka.SMK Mahardika. Muchtisar, Muhammad Wahyudi
(Photo : Puspandito)
Alat Pemisah Pasir Timah (AP2T) (Photo : Puspandito)
Alat Pemisah Pasir Timah (AP2T) (Photo : Puspandito)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.