TANJUNGPINANG – Maskapai Citilink akan mengambil alih layanan penerbangan rute Tanjungpinang–Jakarta mulai Februari 2026, menyusul rencana penghentian operasional penerbangan Garuda Indonesia di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF). Kepastian tersebut disampaikan Manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kepada Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura.
Nyanyang menjelaskan, PT Garuda Indonesia memang akan menghentikan penerbangan Garuda Indonesia untuk rute Jakarta–Tanjungpinang. Namun sebagai gantinya, Garuda Indonesia Group akan tetap melayani rute tersebut melalui maskapai Citilink.
“PT Garuda Indonesia memang akan menghentikan rute penerbangan Garuda Indonesia Jakarta–Tanjungpinang. Namun sebagai gantinya, PT Garuda Indonesia akan mengoperasikan armada Citilink setiap hari atau selama tujuh hari penuh dalam seminggu,” ujar Nyanyang, Rabu (28/1/2026).
Nyanyang menyebutkan, armada Citilink yang akan melayani rute tersebut adalah pesawat Airbus A320 dengan kapasitas sekitar 180 penumpang. Pesawat ini akan beroperasi setiap hari dari dan ke Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang.
Pernyataan manajemen Garuda Indonesia ini sekaligus menjawab surat resmi Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, bernomor B/500.11/12/DISHUB-SET/2026 tertanggal 6 Januari 2026, perihal permohonan keberlanjutan layanan penerbangan Garuda Indonesia di Bandara RHF.
Saat ini, Citilink merupakan anak perusahaan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang berada di bawah naungan Garuda Indonesia Group dan telah melayani rute Jakarta–Tanjungpinang.
Sebelum adanya rencana pengalihan ini, Citilink beroperasi sebanyak empat kali dalam seminggu di Bandara RHF Tanjungpinang, sementara Garuda Indonesia melayani tiga kali penerbangan.
Nyanyang menegaskan, kepastian operasional Citilink tersebut diperoleh langsung dari jajaran manajemen PT Garuda Indonesia.
“Informasi ini diperoleh langsung dari Direktur Utama PT Garuda Indonesia. Maskapai Citilink yang nantinya akan beroperasi di Bandara RHF pasca penghentian pengoperasian maskapai Garuda Indonesia berjenis Airbus,” terangnya.
Menurut Nyanyang, meski Garuda Indonesia menghentikan sementara operasionalnya, kehadiran Citilink diharapkan tetap menjaga konektivitas penerbangan antara Tanjungpinang dan Jakarta, khususnya bagi masyarakat Kepulauan Riau.
Ia menambahkan, rencana penghentian operasional Garuda Indonesia tidak hanya berlaku di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, tetapi juga di delapan hingga sembilan bandara lain di Indonesia.
Langkah tersebut, menurut manajemen Garuda Indonesia, dilakukan dalam rangka harmonisasi dan optimalisasi armada.
Nyanyang menyebutkan, tidak menutup kemungkinan Garuda Indonesia kembali beroperasi di Bandara RHF Tanjungpinang setelah proses harmonisasi dan optimalisasi tersebut selesai dilakukan. ***














