TANJUNGPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menyatakan kesiapan menggelar Kepri Ramadhan Fair (KURMA) 2026 sebagai agenda tahunan dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Kesiapan tersebut dibahas melalui Rapat Koordinasi Pelaksanaan KURMA 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Sekda Lantai III, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Senin (2/2/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Luki Zaiman Prawira, serta diikuti oleh unsur perangkat daerah, Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau, dan perwakilan lembaga terkait.
Dalam arahannya, Sekda Kepri, Luki Zaiman Prawira, menjelaskan bahwa Ramadhan Fair merupakan bagian dari rangkaian program KDEKS–KNEKS yang sejak 2023 telah menjadi agenda nasional.
Sementara itu, KURMA sebagai branding Kepri Ramadhan Fair telah menjadi identitas tahunan Provinsi Kepulauan Riau sejak digunakan pada 2024.
“KURMA ini sudah menjadi identitas kita. Awal prosesnya dari KDEKS dan KNEKS. Kepri bahkan menjadi salah satu provinsi yang pertama kali dikunjungi Wakil Presiden pada pelaksanaan Ramadhan Fair beberapa tahun lalu,” ujar Luki.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Perwakilan Kepri yang selama ini berperan aktif sebagai Ketua Pelaksana KDEKS Daerah dan konsisten mendukung penyelenggaraan KURMA.
Dalam rapat tersebut disepakati bahwa KURMA 2026 akan dilaksanakan pada 2–8 Maret 2026 dengan rangkaian kegiatan yang menyasar berbagai lapisan masyarakat.
Sejumlah agenda utama yang akan digelar meliputi lomba Azan dan Dai Cilik tingkat provinsi, lomba busana muslim berbasis produk UMKM lokal, lomba kompang dan sholawat, pasar murah, bazar UMKM, seminar ekonomi dan keuangan syariah, serta Pojok Layanan Syariah.
Pojok Layanan Syariah nantinya akan menghadirkan layanan sertifikasi halal, literasi keuangan, layanan MUI, BPJPH, serta berbagai layanan pendukung lainnya.
Sekda Luki menekankan pentingnya kesiapan teknis, termasuk penunjukan Person in Charge (PIC) pada setiap kegiatan agar seluruh rangkaian acara berjalan tepat waktu.
Rapat juga menyepakati bahwa bazar UMKM tetap dipusatkan di kawasan Jalan Merdeka, sementara kegiatan utama dan acara penutupan akan diarahkan ke kawasan Dekranasda Kepri yang dinilai lebih representatif.
“Kita ingin penutupan dilaksanakan di area Dekranasda. Lokasinya lebih luas dan fasilitasnya lengkap, termasuk untuk VIP dan layanan pendukung lainnya,” jelas Luki.
Ia juga meminta setiap usulan kegiatan disertai dengan perhitungan anggaran yang jelas agar pelaksanaan KURMA 2026 berjalan realistis dan terukur.
“Kita rapat teknis dulu. Setelah seluruh susunan kegiatan jelas, nanti kita gelar rapat final. Yang penting kita siap menyukseskan KURMA 2026,” tegasnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, turut memaparkan konsep awal pelaksanaan KURMA 2026, mulai dari penataan venue, jadwal acara, hingga kebutuhan kolaborasi lintas OPD.
Konsep tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama Bank Indonesia Perwakilan Kepri dan tim KDEKS untuk penyempurnaan, sehingga KURMA 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang religi dan budaya, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi syariah dan UMKM di Kepulauan Riau. ***














