banner 740x400

banner 740x400

Tiga Siswa SMAN 4 Tanjungpinang Dikeluarkan, Orang Tua Syok

Tiga Siswa SMAN 4 Tanjungpinang Dikeluarkan, Orang Tua Syok
SMA Negeri 4 Tanjungpinang. (Foto : Ist)


Tiga Siswa SMAN 4 Tanjungpinang Dikeluarkan, Orang Tua Syok

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Tiga siswa Kelas 10 IPA2, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Tanjungpinang, dikeluarkan dari sekolah. Penyebab pemberian sanksi yang terkesan berlebihan ini, akibat beredar video Handphone yang mendapati siswa ini menyulut sebatang rokok di luar pekarangan sekolah.

Mendengar keputusan sepihak ini, para orang tua yang anaknya dikeluarkan, langsung syok dan sangat menyesalkan keputusan ini. Mengingat proses belajar mengajar baru dimulai. Seharusnya, pihak manajemen SMAN 4 memberi toleransi untuk menunda, bukan langsung mengeluarkan.

”Mendengar keputusan sekolah ini, saya langsung syok. Badan saya tiba-tiba lemas. Saya betul-betul tidak kuat mendengarnya. Untung, tidak terjadi apa-apa. Maklum Pak, saya ada riwayat sakit tensi, yang tidak boleh mendengar berita mengejutkan,” ujar salah seorang orang tua siswa, enggan namanya dipublikasikan, Selasa, (6/1/2020).

Pasca dikeluarkan, anaknya belum mendapatkan sekolah pengganti. Padahal, aktivitas belajar sudah dimulai. ”Saya benar-benar bingung. Masuk sekolah itu pakai biaya. Saya ini bukan banyak uang. Sungguh terlalu sekolah tersebut,” katanya, lirih.

Dalam keseharian, anaknya bukan kategori nakal. Jangankan merokok, keluar rumah saja selalu minta izin dan pulang sesuai permintaan orang tua. Bahkan, selama ini anaknya aktif di kegiatan ekstrakurikuler Paskibra sekolahnya.

Terpisah, pemerhati Pendidikan Kota Tanjungpinang, Aman, diminta keterangan mengaku sangat menyesalkan keputusan SMAN 4 Tanjungpinang mengeluarkan 4 siswanya, hanya karena melakukan kelakuan iseng.

”Apa pun alasan sekolah, tidak sepantasnya anak tersebut dikeluarkan. Sekolah itu tempat belajar, tempat bimbingan dan tempat merubah prilaku. Jika ada anak nakal atau melakukan tindakan tidak terpuji, sekolah harus mendidiknya. Bukan malah mengeluarkannya. Sangat berlebihan sekali,” kata Aman.

Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, salah satu dibunyikan dalam pasal 1, secara jelas menyebutkan Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan, serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa.

”Harapan saya, pihak sekolah seyogyanya kembali meninjau ulang keputusan tersebut. Sekolah harus paham, ada efek negatif mereka dikeluarkan. Secara psikologi, tentu mental siswa terganggu. Apakah pihak sekolah memikirkan hal ini atau tidak,” katanya.

Terkait hal ini, Kepala Sekolah SMAN 4 Tanjungpinang, H Darson, mengatakan, jangan salah bahasa menafsirkan keputusan ini. ”Mohon maaf, bang. Jangan salah bahasa, bukan dikeluarkan, dipindahkan. Artinya, mereka tetap sekolah tapi di sekolah lain. Trimakasih,” kata Darson, melalui whatApp-nya.

Ditanya apa dasar sekolah mengeluarkan tiga siswa kelas 10 jurusan IPA2 ini, Darson, enggan menjawabnya. Bahkan, orang nomor satu di SMAN 4 Tanjungpinang tersebut langsung memblokir nomor wartawan Sijorikepri.Com. (tim)

Click to rate this post!

[Total: 42 Average: 4.4]

Tags:
banner 740x400

banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

banner 728x90

 

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

3 Responses

  1. Syah Dian , PhD9 Januari 2020 at 12:55 pmReply

    Bukan kepala sekolah yang baik, tidak mau menerima kritikan dan pertanyaan, berani mengeluarkan harus berani hadapi wartawan menjelaskan duduk perkaranya , sikap memblokir menunjukan mental kepala sekolah yg belum matang, anak anak perlu dididik dan pembinaan, bukan di keluarkan.

  2. manusia10 Januari 2020 at 12:51 pmReply

    sikit” ngadu wartawan.biar apa biar viral?

    coba deh fikir pake otak jernih jgn langsung menyalahkan kepala sekolah dgn keputusannnya .tindakan yg di ambil benar kok ga ada yg salah coba jgn mendengar dari satu pihak yg dihakimi tapi tanya pada siswa lain yg ada di sana gimana peraturan sekolahnya pdhl sudah sangatt jelas kepsek selalu bilang barang siapa yg merokok di lingkungan sekolah alamat meninggalkan Sman 4 ..jadi intinya disini tinggal kesadaran para siswa untuk mematuhi aturan yg berlaku jadi kalo ngelanggar ya siap nerima sanksi ya kalo ga mau di keluarkan ga usah buat ulah hidup tu simpel bukan

  3. Author

    Admin Sijori10 Januari 2020 at 4:56 pmReply

    Dari hasil investigasi ternyata lebih dari 3 org yg dikeluarkan. Nantikan berita selanjutnya. Alamaak. 😀

Tinggalkan Balasan