Tiga Siswa SMAN 4 Tanjungpinang Dikeluarkan, Orang Tua Syok

oleh -730 views
SMA Negeri 4 Tanjungpinang. (Foto : Ist)
height="100%"

Tiga Siswa SMAN 4 Tanjungpinang Dikeluarkan, Orang Tua Syok

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Tiga siswa Kelas 10 IPA2, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Tanjungpinang, dikeluarkan dari sekolah. Penyebab pemberian sanksi yang terkesan berlebihan ini, akibat beredar video Handphone yang mendapati siswa ini menyulut sebatang rokok di luar pekarangan sekolah.

Mendengar keputusan sepihak ini, para orang tua yang anaknya dikeluarkan, langsung syok dan sangat menyesalkan keputusan ini. Mengingat proses belajar mengajar baru dimulai. Seharusnya, pihak manajemen SMAN 4 memberi toleransi untuk menunda, bukan langsung mengeluarkan.

”Mendengar keputusan sekolah ini, saya langsung syok. Badan saya tiba-tiba lemas. Saya betul-betul tidak kuat mendengarnya. Untung, tidak terjadi apa-apa. Maklum Pak, saya ada riwayat sakit tensi, yang tidak boleh mendengar berita mengejutkan,” ujar salah seorang orang tua siswa, enggan namanya dipublikasikan, Selasa, (6/1/2020).

Pasca dikeluarkan, anaknya belum mendapatkan sekolah pengganti. Padahal, aktivitas belajar sudah dimulai. ”Saya benar-benar bingung. Masuk sekolah itu pakai biaya. Saya ini bukan banyak uang. Sungguh terlalu sekolah tersebut,” katanya, lirih.

Dalam keseharian, anaknya bukan kategori nakal. Jangankan merokok, keluar rumah saja selalu minta izin dan pulang sesuai permintaan orang tua. Bahkan, selama ini anaknya aktif di kegiatan ekstrakurikuler Paskibra sekolahnya.

Terpisah, pemerhati Pendidikan Kota Tanjungpinang, Aman, diminta keterangan mengaku sangat menyesalkan keputusan SMAN 4 Tanjungpinang mengeluarkan 4 siswanya, hanya karena melakukan kelakuan iseng.

”Apa pun alasan sekolah, tidak sepantasnya anak tersebut dikeluarkan. Sekolah itu tempat belajar, tempat bimbingan dan tempat merubah prilaku. Jika ada anak nakal atau melakukan tindakan tidak terpuji, sekolah harus mendidiknya. Bukan malah mengeluarkannya. Sangat berlebihan sekali,” kata Aman.

Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, salah satu dibunyikan dalam pasal 1, secara jelas menyebutkan Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan, serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa.

”Harapan saya, pihak sekolah seyogyanya kembali meninjau ulang keputusan tersebut. Sekolah harus paham, ada efek negatif mereka dikeluarkan. Secara psikologi, tentu mental siswa terganggu. Apakah pihak sekolah memikirkan hal ini atau tidak,” katanya.

Terkait hal ini, Kepala Sekolah SMAN 4 Tanjungpinang, H Darson, mengatakan, jangan salah bahasa menafsirkan keputusan ini. ”Mohon maaf, bang. Jangan salah bahasa, bukan dikeluarkan, dipindahkan. Artinya, mereka tetap sekolah tapi di sekolah lain. Trimakasih,” kata Darson, melalui whatApp-nya.

Ditanya apa dasar sekolah mengeluarkan tiga siswa kelas 10 jurusan IPA2 ini, Darson, enggan menjawabnya. Bahkan, orang nomor satu di SMAN 4 Tanjungpinang tersebut langsung memblokir nomor wartawan Sijorikepri.Com. (tim)

Click to rate this post!
[Total: 42 Average: 4.4]
banner 740x400 banner 740x400 banner 740x400 banner 740x400