, , , , ,

75 Anak Ramaikan Khitanan Massal LMB Kepri, Sijori Kepri dan Siaga Online

oleh
75 Anak Ramaikan Khitanan Massal LMB Kepri, Sijori Kepri dan Siaga Online 1
Ketua LMB Kepri, Datok Azman Zainal, didampingi Kaper Sijori Kepri Karimun, Taufik, menyerahkan kain sarung kepada peserta Khitanan Massal. (Foto : LMB Kepri)
Click to rate this post!
[Total: 2 Average: 5]
75 Anak Ramaikan Khitanan Massal LMB Kepri, Sijori Kepri dan Siaga Online 2
Ketua LMB Kepri, Datok Azman Zainal, bersama Pengurus LMB Kepri, para orang tua dan peserta Khitanan Massal. (Foto : LMB Kepri)

Sijori Kepri, Karimun – Sekitar 75 anak ramaikan khitanan massal Laskar Melayu Bersatu (LMB) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu, (9/8/2020). Kegiatan sosial kerjasama Sijori Kepri dan Siaga Online ini dilaksanakan di kediaman Ketua LMB Kepri, Datok Azman Zainal, Komplek Telaga Mas, Kelurahan Sei Lakam Barat, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun.

Datok Azman Zainal, mengatakan, kegiatan ini hanya bersifat kepedulian terhadap warga. Momen Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 75 ini, LMB menggelar khitanan massal. Pihaknya bersyukur, kegiatan didukung dua media, Sijori Kepri dan Siaga Online.

”Alhamdulillah, sekitar 75 anak ramaikan khitanan ini. Kita berharap, kegiatan ini dapat membantu meringankan beban warga, khususnya yang hidup pas-pasan,” kata Datok Azman Zainal.

Sebenarnya, kegiatan khitanan ini telah beberapa kali dilakukan LMB sebelumnya. Kegiatan didukung Kejaksaan, Kepolisian dan pihak lainnya.

”Jika tidak ada aral melintang, LMB juga akan menggelar khitanan massal di Tanjung Pinang. Kita berharap, ratusan anak akan ikut dalam kegiatan ini,” katanya.

Salah seorang orang tua peserta khitanan, Maryulis (37), mengaku sangat bersyukur adanya kegiatan khitan massal ini.

“Saya sangat berterimakasih. Kegiatan ini sangat membantu masyarakat kurang mampu. Kita terbantu sekali. Terima kasih LMB, Sijori Kepri, Siaga online dan Tim Medis LMB,” kata Maryulis.

Peserta khitanan massal, Aulia Isnuh (12), mengaku, awalnya ia merasa takut untuk dikhitan, namun akhirnya ia berani untuk dikhitan.

“Alhamdulillah sudah dikhitan, awalnya takut tapi ternyata tidak sakit, hanya seperti digigit semut. Pak Mantri juga sangat baik dan ramah,” ucap Aulia Isnuh. Anak-anak yang telah dikhitan mendapatkan bingkisan kain sarung. (Wak Fik)

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

height="100%"

loading...
banner 740x400

banner

banner