, ,

AWe : Penanaman Kelapa di Pulau Talas Adalah Investasai Pegawai

oleh
Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

LINGGA (SK) — Gerakan Lingga menanam yang di canangkan Bupati Lingga pada 1 April 2016, di mulai dengan menanam kelapa hibrida di pulau Talas, Desa Tanjung kelit, Kecamatan Senayang. Untuk tahap awal ini, 500 pohon kelapa di tanam yang melibatkan pegawai dan PTT dari seluruh Dinas yang ada di Pemkab Linggga, yang mewakilkan 5 orang Pegawai dan PTT tiap-tiap Dinas.

“Sekarang ini bukan zamanya lagi menjadi seorang pemimpin yang tunjuk itu, tunjuk ini, kerja dibelakang meja, berbaju rapi dan wangi, memberi motivasi, tapi tanpa aksi yang dilakukan. Hal tersebut tidak berlaku lagi, Kabupaten Lingga telah tertinggal dan terpuruk selama 12 Tahun tanpa satupun pembuktian,” ucap Bupati Lingga, H. Alias Wello, kepada awak media, Jumat, (01/04/2016) sore kemarin, di Pulau Talas.

Inovasi menjadi modal awalnya merubah mainset orang-orang di Lingga, kata Bupati yang akrab disapa AWe ini, pemimpin harus bersikap tegas dan tak takut kotor dan turun langsung ke lokasi bekerja bersama masyarakat, itu aksi nyata yang harus dilakukan, mulai dari percetakan sawah hingga pembukaan Pulau Talas ini.

“Untuk menujukkan kalau saya serius, saya bersama kelompok pemuda pecinta alam sudah bermalam di Pulau Talas ini, nantinya, akan di bentuk koperasi pegawai, jadi seluruh pegawai berinvestasi di Pulau ini dengan menanamkan 10 pohon kelapa,” ujarnya.

Luas pulau Talas ini 400 hektar, tutur Awe, kelapa yang di tanam ini bibitnya kita datangkan dari Guntung, Inhil, karena jenis hibrida, Insyaallah 3 hingga 4 tahun kedepan kita sudah bisa di panen.

Di jajaran pemkab Lingga terdapat 3.400 PNS maupun PTT, Masing-masing berinvestasi Rp 60 ribu untuk 10 pohon kelapa, jika ditotalkan akan ada 34.000 pohon kelapa di Pulau Talas. Siapa yang menyangka akan hal ini, karena baru pada 10 Maret lalu kita melakukan rapat bersama, dalam waktu 20 hari langsung kita kerjakan. Saya melihat tidak ada satupun wajah optimis dari jajaran saya, namun, saya tetap semangat, dan ini akan saya buktikan.

“Tidak hanya Pegawai dan PTT saja yang menanam pohon kelapa, namun, warga sekitar desa Tanjung Kelit dan warga suku Laut yang selama ini bekerja sebagai pencari kayu hutan, juga ikut menanam dan membersihkan lahan. Hal ini merupakan solusi agar tidak terjadi pembalakan liar, selain itu, untuk membuka lapangan pekerjaan bagi warga suku Laut,” unggahnya. (SK-Pus)

warga ikut juga membersihkan lahan di pulau Talas (Foto: Puspandito)
warga ikut juga membersihkan lahan di pulau Talas (Foto: Puspandito)

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

height="100%"

loading...
banner 740x400

banner

banner