BATAM — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemerataan akses energi listrik. Sejak tahun 2021 hingga 2025, Pemprov Kepri telah menyalurkan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) kepada 12.851 rumah tangga di seluruh wilayah Kepri.
Program ini menjadi salah satu langkah strategis Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, dalam mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke pulau-pulau terluar dan perbatasan, agar seluruh masyarakat Kepri dapat menikmati manfaat listrik secara merata.
“Listrik adalah kebutuhan dasar masyarakat yang harus terpenuhi. Melalui program BPBL, kita berupaya memastikan semua rumah tangga, terutama di pulau-pulau terpencil, bisa menikmati penerangan dan memanfaatkannya untuk kegiatan ekonomi dan pendidikan,” ujar Gubernur Ansar Ahmad saat menyerahkan bantuan secara simbolis di Ballroom Restoran Golden Prawn Bengkong, Kota Batam, Jumat (26/9/2025).
Ansar Ahmad menjelaskan, sejak dimulai pada tahun 2021, program BPBL telah menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Kepri.
Program ini diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki sambungan listrik sendiri, serta daerah yang selama ini kesulitan menjangkau jaringan listrik akibat kondisi geografis kepulauan.
“Program ini bukan hanya tentang penerangan, tetapi juga bagian dari upaya membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh Kepulauan Riau,” tambahnya.
Khusus di Kota Batam, program BPBL telah disalurkan kepada 1.924 rumah tangga penerima manfaat.
Bantuan ini sangat membantu warga di kawasan padat penduduk dan pesisir yang sebelumnya belum teraliri listrik secara mandiri.
Pemprov Kepri bekerja sama dengan PLN Unit Induk Wilayah Riau dan Kepri (UIWRKR) untuk mempercepat pencapaian rasio elektrifikasi di Kepri agar mencapai 100 persen pada tahun 2026.
Kolaborasi ini menjadi penting mengingat Kepri terdiri dari ribuan pulau dengan tantangan akses infrastruktur dan biaya distribusi yang tinggi.
“Kami bersama PLN berkomitmen menghadirkan listrik hingga ke pulau-pulau terdepan. Tidak boleh ada lagi wilayah yang gelap di Kepri,” tegas Gubernur Ansar.
Program BPBL telah memberi dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, terutama di wilayah pesisir dan pulau kecil.
Selain memenuhi kebutuhan dasar, listrik juga membuka peluang untuk kegiatan produktif seperti usaha kecil, pengolahan hasil laut, dan pendidikan berbasis digital.
Gubernur Ansar berharap, dengan dukungan pemerintah pusat dan PLN, program ini dapat terus diperluas sehingga seluruh masyarakat Kepri, dari Batam hingga Natuna dan Anambas, dapat merasakan manfaat yang sama.
“Listrik yang masuk ke rumah-rumah warga adalah simbol kemajuan. Pemerintah hadir untuk memastikan semua masyarakat Kepri merasakan manfaat pembangunan secara adil,” tutup Ansar Ahmad. ***














