Ini Salah Satu Penyebabnya “MIRAS MURAH di BATAM”
-Terkait Pertanyaan DPRD Tapanuli Selatan.
SIJORIKEPRI.COM, BATAM — Kenapa alkohol di Batam murah dan juga begitu mudah di dapat, menjadi pertanyaan salah seorang dari anggota DPRD Tapanuli Selatan yang berkunjung Kerja ke DPRD Kota Batam, Kamis, (2/8/2018).
Hal itu dipertanyakan langsung oleh Sintongan Sitorus, bahkan Sitorus pun mencontohkan terkait masalah harganya sekalian, bahwa kalau di Daerahnya, Medan sana mungkin harganya bisa sampai Rp 100 ribu, dan di Batam sendiri, hanya Rp 30 ribu saja, dan itu bisa gampang saja didapatkan.
“Saya ini mau bertanya, tapi bertanya tentang miras atau alkohol lah, kenapa ya kok kalau di Batam sini alkohol harganya murah dan juga mudah pula untuk di dapatkannya. Itu saja satu pertanyaan saya pak,” kata Sintongan Sitorus.
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Batam yang juga merupakan Sekretaris daripada Komisi II DPRD Batam, Mesrawati, menjawab, bahwasanya, karena kebetulan alkohol tersebut masih masuk FTZ, bebas pajak.
“Menjawab pertanyaan bapak, bahwa mengapa alkohol di Kota Batam ini murah, dan pula gampang di dapat ? Saya akan coba untuk menjelaskan disini sedikit ya pak, kebetulan suami saya itu seorang pelaut, maka, saya agak sedikit tahu masalah ini,” kata Mesrawati.
“Mikol itu masuk dalam FTZ, bebas pajak. Tapi tidak boleh mikol itu keluar Batam. Dan tidak semuanya juga semuanya toko atau supermarket bisa menjualnya. Kalo bawa, misalnya hanyalah Chivas satu liter mungkin ya ngga apa-apalah. 2 liter sudah tidak boleh,” tambah Mesrawati.
Selain daripada Mesrawati, Anggota DPRD Batam lainnya, dari Partai Nasdem Likhai, juga menjawab pertanyaan Sitorus dengan jawaban lainnya yang berbeda dari Mesrawati. Dikatakan Likhai, bahwa itu alkohol masuk dengan cara yang tidak baik.
“Itu minuman datang dari mana. Itu bukan barang dari Batam. Penyulingan minuman itu siapa. Sudahlah pasti ada kan ? Batam itu sudah terkenal dengan penyelundupan. Mikol itu tadi, ya itu, masuk dengan cara yang tidak baik. Itu dia, dengan penyelundupan,” Jjwab Likhai sambil senyum-senyum.
Sementara itu, entah paham entah tidak sama sekali atau sudah lebih paham lagi terkait hal itu, yang jelas hampir seluruh anggota DPRD daripada rombongan kunjungan kerja tersebut, nampak manggut-manggut, sambil terus tersenyum atas penjelasan dari Likhai. (nda)








