

TANJUNG PINANG – Meskipun persentase kemiskinan ekstrem di setiap Kabupaten Kota dari tahun 2021 ke 2022 menurun termasuk Kabupaten Lingga, namun Lingga masih menduduki peringkat teratas sesuai data pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Kepuluan Riau Tahun 2023, yang dilaksanakan di Gedung Wan Sribani, Dompak, Tanjung Pinang, Rabu, 29 Maret 2023.
Hal ini diungkapkan anggota DPRD Provinsi Kepri Dapil Lingga, Hanafi Ekra, kepada media ini, dimana persentase Penduduk Kemiskinan Ekstrim untuk Kabupaten Lingga mencapai angka 4,48 persen.
“Berdasarkan hasil verval Percepatan Penghapusan Kemiskina Ekstrim (P3KE). Untuk Kabupaten Lingga, Katagori sangat miskin 317, miskin 4.756, dan rentan miskin yaitu 4.798,” ungkap Hanafi, Sabtu, 1 April 2023.
Oleh sebab itu, lanjut Hanafi, pada Musrembang Provinsi Kepri tahun 2023 ini, arah kebijakan RKP untuk tahun 2024 yaitu, pengurangan kemiskinan dan penghapusan ekstrim, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan.
“Selain itu, revitalisasi industri dan penguatan riset terapan, penguatan daya saing usaha, serta pembangunan rendah karbon dan transisi energi, dan percepatan pembanguna infrastruktur dasar dan konektifitas,” ujar anggota DPRD Provinsi Kepri dari Komisi 4 ini.
Hanafi melanjutkan, adapun rekomendasi prioritas daerah, diantaranya peningkatan infrastruktur dan pelayanan dasar, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta konektifitas untuk pemerataan pembangunan. Peningkatan kapasitas calon tenaga kerja industri dan pariwsata berbasis kompetensi.
“Peningkatan pengelolaan kawasan stgrategis Batam-Bintan melalui pembangunan infrastruktur pendukung, peningkatan produktifitas sektor perikanan dan pembangunan hilirisasi industri perikanan melalui penyediaan sarana dan prasarana pendukung,” katanya.














