GESER UNTUK BACA BERITA
BERITA TERKINI

Meski Persentase Menurun, Hanafi: Lingga Masih Diposisi Teratas Angka Kemiskinan Ekstrem di Kepulauan Riau, Capai 4,48 Persen

×

Meski Persentase Menurun, Hanafi: Lingga Masih Diposisi Teratas Angka Kemiskinan Ekstrem di Kepulauan Riau, Capai 4,48 Persen

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Provinsi Kepri, Hanafi Ekra, saat mengikuti Musrenbang Provinsi Kepuluan Riau Tahun 2023. (Foto : Ist)
Status kesejateraan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Lingga. (Foto : Ist)
Data kemiskinan ektrem di Provinsi Kepulauan Riau. (Foto : Ist)

TANJUNG PINANG – Meskipun persentase kemiskinan ekstrem di setiap Kabupaten Kota dari tahun 2021 ke 2022 menurun termasuk Kabupaten Lingga, namun Lingga masih menduduki peringkat teratas sesuai data pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Kepuluan Riau Tahun 2023, yang dilaksanakan di Gedung Wan Sribani, Dompak, Tanjung Pinang, Rabu, 29 Maret 2023.  

Hal ini diungkapkan anggota DPRD Provinsi Kepri Dapil Lingga, Hanafi Ekra, kepada media ini, dimana persentase Penduduk Kemiskinan Ekstrim untuk  Kabupaten Lingga mencapai angka 4,48 persen. 

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Berdasarkan hasil verval Percepatan Penghapusan Kemiskina Ekstrim (P3KE).  Untuk Kabupaten Lingga, Katagori sangat miskin 317, miskin 4.756, dan rentan miskin yaitu 4.798,” ungkap Hanafi, Sabtu, 1 April 2023.

Oleh sebab itu, lanjut Hanafi, pada Musrembang Provinsi Kepri tahun 2023 ini, arah kebijakan RKP untuk tahun 2024 yaitu, pengurangan kemiskinan dan penghapusan ekstrim, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan.

“Selain itu, revitalisasi industri dan penguatan riset terapan, penguatan daya saing usaha, serta pembangunan rendah karbon dan transisi energi, dan percepatan pembanguna infrastruktur dasar dan konektifitas,” ujar anggota DPRD Provinsi Kepri dari Komisi 4 ini.

Hanafi melanjutkan, adapun rekomendasi prioritas daerah, diantaranya peningkatan infrastruktur dan pelayanan dasar, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta konektifitas untuk pemerataan pembangunan. Peningkatan kapasitas  calon tenaga kerja industri dan pariwsata berbasis kompetensi.

“Peningkatan pengelolaan kawasan stgrategis Batam-Bintan melalui pembangunan infrastruktur pendukung, peningkatan produktifitas sektor perikanan dan pembangunan hilirisasi industri perikanan melalui penyediaan sarana dan prasarana pendukung,” katanya. 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100