TANJUNGPINANG – Tingkat kemiskinan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan capaian menggembirakan pada tahun pertama kepemimpinan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura. Berdasarkan data Maret 2025, persentase penduduk miskin di Kepri tercatat sebesar 4,44 persen atau sebanyak 117,28 ribu orang.
Angka tersebut menurun dibandingkan September 2024 yang berada di level 4,78 persen atau 124,96 ribu orang. Penurunan ini sekaligus menempatkan Kepulauan Riau sebagai provinsi dengan angka kemiskinan terendah di Pulau Sumatera.
Turunnya angka kemiskinan menjadi indikator penting bahwa pertumbuhan ekonomi di Kepri mulai semakin inklusif dan dirasakan oleh masyarakat lapisan bawah.
Secara nasional, posisi Kepri juga cukup kompetitif dengan menempati peringkat keempat terendah setelah Bali, Kalimantan Selatan, dan DKI Jakarta.
Dalam dokumen RPJMD 2025β2030, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menargetkan tingkat kemiskinan dapat ditekan hingga berada pada kisaran 3,55β2,26 persen pada akhir periode.
Target tersebut menunjukkan optimisme pemerintah daerah untuk terus menurunkan angka kemiskinan secara bertahap hingga 2030.
Pengendalian kemiskinan di Kepri berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang tetap kuat. Pada 2025, ekonomi Kepri tumbuh 6,94 persen, lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Selain itu, berbagai program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat terus diperkuat, mulai dari dukungan kepada UMKM, bantuan sektor pertanian dan nelayan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pemerataan.
βCapaian ini adalah hasil kolaborasi seluruh pihak. Kami berkomitmen terus mendorong program-program yang langsung bermanfaat bagi masyarakat,β tegas Ansar Ahmad, Jumat (20/2/2026).
Ke depan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan terus menjaga tren penurunan kemiskinan melalui penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta perluasan kesempatan kerja.
Dengan capaian sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah di Sumatera, Kepri dinilai berada pada jalur yang tepat menuju pembangunan yang makin merata dan berkelanjutan. ***
















