GESER UNTUK BACA BERITA
BERITA TERKINI

Duh! Bocah 12 Tahun Tewas Tenggelam di Bekas Galian Tambang di Tanjung Pinang

×

Duh! Bocah 12 Tahun Tewas Tenggelam di Bekas Galian Tambang di Tanjung Pinang

Sebarkan artikel ini
Tim rescuer Kansar Tanjung Pinang saat melakukan pencarian korban tenggelam di bekas galian tambang Jalan Panglima Dompak, Kota Tanjung Pinang. (Foto : Basarnas)

TANJUNG PINANG – Tragedi menyelimuti kawasan Jalan Panglima Dompak, Kota Tanjung Pinang, pada Jumat (24/01/2025) sore, setelah seorang bocah berusia 12 tahun bernama Alfiansyah ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di bekas galian tambang.

Tim SAR berhasil menemukan jasad korban pada kedalaman 2,30 meter sekira pukul 17.50 WIB. Tangis pilu keluarga pecah saat jenazah Alfiansyah diangkat dari kubangan. Korban segera dibawa ke RSUD Raja Ahmad Tabib untuk proses lebih lanjut.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kepala Kantor SAR Tanjung Pinang, Fazzli, melalu Ketua Tim Pencarian Basarnas Tanjung Pinang, Harminto, mengungkapkan bahwa korban ditemukan tidak jauh dari pinggir kubangan, tetapi posisinya berada di tengah genangan air.

“Korban ditemukan di tengah kubangan, meski dari pinggir terlihat dekat,” kata Harminto di lokasi kejadian.

Ia menambahkan bahwa pencarian korban tidak mudah karena kondisi air yang keruh serta lumpur tebal di dasar kubangan.

“Lumpur di dalam mencapai kedalaman sekitar 30 hingga 40 cm. Sepertinya korban tersangkut di lumpur tersebut,” jelasnya.

Salah seorang teman Alfiansyah yang ikut bermain di sekitar lokasi mengaku awalnya mereka bermain di pinggir kubangan. Namun, situasi berubah saat korban bergerak ke tengah dan kemudian menghilang dari pandangan.

“Kami main di tepi dulu, tapi korban tertarik bermain ke tengah. Setelah kami lihat lagi, dia sudah tidak muncul,” ungkapnya, dengan nada sedih.

Sebanyak lima anggota rescuer dari Kansar Tanjung Pinang dikerahkan ke lokasi kejadian menggunakan Rescue Car D-Max dan perahu karet. Mereka bekerja keras dalam kondisi yang menantang untuk menemukan jasad korban.

Peristiwa ini menjadi pengingat tragis akan bahaya bekas galian tambang yang dibiarkan tanpa pengawasan.

Lokasi-lokasi seperti ini sering kali menjadi jebakan maut, terutama bagi anak-anak yang bermain tanpa mengetahui risiko yang mengancam. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100