GESER UNTUK BACA BERITA
BATAM

Kronologi Lengkap Dugaan Nusyirwan Lompat dari Jembatan Barelang

×

Kronologi Lengkap Dugaan Nusyirwan Lompat dari Jembatan Barelang

Sebarkan artikel ini
Kronologi Lengkap Dugaan Nusyirwan Lompat dari Jembatan Barelang
Kronologi Lengkap Dugaan Nusyirwan Lompat dari Jembatan Barelang. (Foto : Basarnas)

BATAM – Dugaan seorang pria bernama Nusyirwan yang lompat dari Jembatan Barelang terungkap melalui rangkaian kejadian sejak pagi hari hingga dilakukannya operasi pencarian oleh tim SAR gabungan pada Senin, 23 Maret 2026.

Peristiwa tersebut terjadi di Jembatan Lima Barelang, Kota Batam, dan pertama kali diketahui dari kesaksian warga yang berada di sekitar lokasi.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Sekitar pukul 10.00 WIB, seorang saksi bernama Adi yang sedang memancing di sekitar lokasi mengaku mendengar suara dentuman keras dari arah laut.

“Saya dengar suara keras dari bawah jembatan, pas saya lihat ada orang sudah di air dan hanyut,” ungkap Adi.

Setelah mencari sumber suara, saksi melihat seorang pria mengenakan pakaian hitam sudah berada di laut dan terbawa arus.

Tidak lama setelah kejadian, ditemukan sejumlah barang di atas jembatan yang diduga milik korban, berupa satu unit sepeda motor jenis matik dan kartu SIM.

Temuan tersebut menjadi petunjuk awal bahwa korban diduga berada di lokasi sebelum kejadian terjadi.

Kejadian ini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian dan diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan pihaknya menerima laporan dari Polsek Galang sekitar pukul 11.55 WIB.

“Kami menerima informasi kejadian membahayakan manusia pada pukul 11.55 WIB dari Polsek Galang, dan langsung menggerakkan tim untuk melakukan pencarian,” ujar Fazzli.

Setelah menerima laporan, tim SAR dari Pos Batam langsung diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 12.10 WIB.

“Sebanyak enam personel kami kerahkan menggunakan Rescue Car Tipe II, dilengkapi rubber boat, aquaeye, alat komunikasi, serta perlengkapan evakuasi medis,” jelas Fazzli.

Tim tiba di lokasi dan langsung melakukan penyisiran di perairan sekitar Jembatan Barelang untuk mencari korban.

Operasi SAR hari pertama melibatkan berbagai unsur, diantaranya Ditpolairud Polda Kepri, Satpolair Polresta Barelang, Polsek Galang, Pos AL Galang, ORARI, serta nelayan setempat.

“Pencarian dilakukan bersama seluruh unsur SAR gabungan dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca di perairan,” tutup Fazzli.

Hingga saat ini, korban bernama Nusyirwan masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100