TANJUNGPINANG β Sosok Ismed (62), penumpang KMP Sembilang yang dievakuasi Basarnas di perairan Pulau Karas, menyimpan kisah perjuangan melawan penyakit sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir, Selasa (7 April 2026).
Pria lanjut usia itu diketahui tengah melakukan perjalanan dari Batam menuju Kuala Tungkal dengan tujuan berobat.
Sebelum keberangkatan, kondisi kesehatan Ismed telah menurun. Ia diketahui menderita kanker leher stadium empat yang membuat aktivitasnya semakin terbatas.
Meski dalam kondisi sakit, perjalanan tetap dilakukan sebagai upaya untuk mendapatkan penanganan medis.
Di tengah pelayaran, kondisi Ismed tiba-tiba memburuk. Ia mengalami sesak napas yang kemudian berujung pada hilangnya kesadaran.
Situasi di atas kapal pun berubah menjadi panik, sementara awak kapal berusaha memberikan pertolongan awal.
Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan laporan diterima dari kapten kapal sebelum akhirnya tim SAR dikerahkan.
βSetelah menerima informasi, tim langsung diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan evakuasi,β ujar Fazzli.
Ismed kemudian dievakuasi menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) di perairan Karas untuk segera dibawa ke Tanjungpinang.
Setelah berhasil dievakuasi, Ismed langsung dibawa ke RUMKITAL Dr Midiyato Tanjungpinang.
Namun, setelah mendapat penanganan medis, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Perjalanan yang semula menjadi harapan untuk berobat justru berakhir sebagai perjalanan terakhirnya. ***
















