BPMPKB Bintan Jadikan Pelajar Objek Konselor

oleh
– Ciptakan Lahan Nyaman Buat Anak

BINTAN (SK) — Kejahatan terhadap anak dan remaja yang sering terjadi belakangan ini, memang selalu mengkhawatirkan para orang tua maupun pemerintah. Dalam rangka menciptakan lahan yang nyaman bagi para anak-anak dan remaja yang ada di Bintan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Bintan, terus berupaya untuk dapat menciptakan lahan nyaman bagi para remaja serta anak-anak.

Hal tersebut dilakukan untuk menekan terus angka kejahatan dikalangan anak-anak dan remaja di wilayah Bintan.Kepala BPMPKB Bintan Kartini yang dijumpai kemarin di kantor Bupati Bintan menuturkan, saat ini pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir kejahatan terhadap anak-anak dan remaja yang ada di Bintan.

Kartini mengatakan, pada kategori anak-anak selalu diberikan bimbingan untuk selalu menjaga empat daerah terlarang pada bagian tubuh anak-anak. Menurutnya, empat bagian tubuh yang terlarang itu harus selalu dijaga sejak dini.

Melalui pemberian bimbingan sejak dini yang dimulai dari orang tuanya masing-masin. Anak kata Kartini, sudah mengetahui bagian yang sensitif yang apabila ada pihak lain melakukan tindakan pada bagian empat daerah terlarang itu. Anak-anak sudah dapat melaporkannya kepada orang tuanya.

“Dengan bimbingan yang diberikan sejak kecil, diharapkan si anak dapat menjaga empat bagian terlarang yakni mulut, dada, kemaluan serta dubur. Apabila si anak nantinya mendapat perlakuan dari pihak lain yang meraba empat bagian terlarang tersebut, si anak diajarkan untuk dapat melaporkan kepada orang tuanya sendiri,” ungkap Kartini, Selasa (14/10).

Sementara untuk kategori anak remaja, menurut Kartini, pihaknya berencana akan memberikan bimbingan konseling kepada para remaja untuk dijadikan sebagai konselor atau pemberi bimbingan serta pencerahan kepada teman remaja lainnya.

Hal tersebut dilakukan, mengingat selama ini yang selalu terjadi pada anak remaja bila menemui permasalahan enggan menceritakan kepada orang tua maupun orang lain. Mereka (remaja-red) lebih sering menceritakan permasalahan kepada teman sebayanya.

Oleh karena itu lanjut Kartini, dengan upaya dalam menjadikan sekelompok remaja untuk dijadikan objek konselor. Diharapkan remaja yang sebelumnya telah menerima pendidikan dengan bimbingan untuk menjadi seorang konselor, remaja tersebut dapat menjadi seorang konseling bagi teman remaja lainnya.

“Kita berharap dengan konselor yang dibimbing oleh pihaknya, dapat menjadi pencerah buat remaja lainnya dalam memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi remaja tersebut,” kata Kartini.

Karena menurutnya, remaja itu harus memiliki konsep dalam menata kehidupan masa depannya. Agar lanjut Kartini, para remaja tidak terjerumus kedalam tiga yang berbahaya yakni seperti HIV/AIDS, narkoba serta seks bebas.

“Bila para remaja dapat terhindar dari tiga hal berbahaya itu, maka yakinlah kehidupan yang lebih baik dimasa yang akan datang dapat diraihnya,” imbuhnya lagi.

Selain itu juga, dalam membentuk remaja yang diharapkan dapat menjadi seeorang konselor bagi remaja lainnya. Pemkab Bintan akan memberikan pendidikan dalam bimbingan kepada kelompok remaja yang telah ditunjuk, untuk dilatih menjadi seorang konselor.

“Nanti kita akan menunjuk para remaja yang tepat dan akan dididik untuk menjadi seorang konselor. Dengan begitu, teman remaja itu dapat menjadi seorang konseling bagi teman remaja lainnya,” pungkasnya. (HK/SK-001)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.