Empat Pesawat Tempur Amankan Wilayah Kepri

oleh
Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

TANJUNGPINANG (SK) — Sebanyak empat unit pesawat tempur jenis Hawk 100/200 Skuadron Udara 12 Pangkalan Udara TNI AU Roesmin Nuryadin, Pekanbaru, telah mendarat di Bandara Raha Haji Fisabillah (RHF) Tanjungpinang, Jum’at (17/4/2015), sekitar pukul 10.00 WIB.

Kehadarihan pesawat tempur tersebut, untuk melakukan operasi pengamanan jalur laut Kepulauan Indonesia, khusus wilayah Provinsi Kepri terhadap aksi ilegal logging, ilegal fishing dan ilengan mining.

Sementara untuk wilayah udara wilayah Kepri, ke empat pesawat tempur tersebut juga akan melaksanakan tugas pengawasan terhadap pesawat asing yang dinilai telah melanggar wilayah perbatas udara, sesuai zona yang telah ditentukan.

Komandan Skuadron 12 Lanud Roesmin Nuryadin, Letkol PNB Jajang Setiawan, mengatakan operasi pengamanan jalur laut Kepulauan Indonesia di wilayah Kepri akan dilaksanakan selama empat hari, dimulai pada Senin (20/4/2015) nanti hingga Jum’at (24/4/2015).

Setelah melakukan operasi tersebut selanjutnya keempat pesawat tersebut kembali ke Pekan Baru, selanjutnya menunggu perintah dari Mabes TNI untuk melakukan operasi di seluruh wilayah Negara Kesatuan Indonesia (NKRI).

“Operasi ini merupakan patroli rutin komando udara 1 TNI di seluruh Indonesia, termasuk Tanjungpinang dan sekitarnya. Kami selalu mengawasi masalah keamanan yang ada, termasuk di Kepri yang berbatasan dengan negara lain,” kata Jajang Setiawan, saat di temui di Bandara RHF Tanjungpinang, Jum’at (17/4/2015).

Dikatakan Jajang, dalam pengamanan alur laut di wilayah Indonesia dengan sandi Operasi Baruna Angkasa ini, pihaknya tentu melakukan koordinasi antara satuan radar TNI AU dan radar milik sipil saat mendapatkan titik objek yang mencurigakan atau penerbangan tanpa izin. Apabila terdapat pesawat asing yang melintasi wilayah Indonesia, tim akan langsung bergerak untuk melakukan komunikasi terhadap pesawat tersebut.

“Satuan radar kami dengan radar sipil berkomunikasi dengan baik. Sehingga, jika ada kecurigaan terhadap objek yang terdeteksi tentu akan berkoordinasi satu sama lainnya,” ucapnya.

Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI AU (Danlanud) Tanjungpinang, Letkol Pnb I Ketut Wahyu Wijaya berharap, selama tim berada di Lanud Tanjungpinang untuk melakukan operasi tersebut tidak menganggu penerbangan sipil yang berada di Kota Tanjungpinang.

“Sebelum Kehadiran tim Skuadron Udara 12, kami sudah melakukan koordinasi kepada pihak Bandara terkait arus penerbangan yang ada Kota Tanjungpinang,” katanya.

Ditambahkannya, kehadiran ke empat pesawat tempur tersebut diharapkan dapat membuat masyarakat Kota Tanjungpinang untuk lebih meningkatkan rasa keingintahuan terhadap dunia militer.

“Kami berharap, kedepan akan ada pemuda asal Kota Tanjungpinang ikut bergabung dalam TNI AU yang nantinya bisa membawa pesawat itu sendiri ke daerahnya,” ucapnya.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul, yang hadir saat tim operasi tiba di Bandara RHF, mengapresiasikan kedatangan tim operasi pengamanan arus laut tersebut di Kota Tanjungpinang.

“Semoga dengan kehadiran pesawat tersebut bisa memberikan motivasi kepada pemuda Tanjungpinang untuk bergabung menjadi personil TNI AU,” ucap Syahrul.

Dikatakan Syahrul, selama ini jika ada penerimaan anggota baru TNI, minat para pemuda dan pemudi yang ada di Kota Tanjungpinang masih jauh dari terget TNI sendiri.

“Mungkin setelah melihat kehadiran pesawat yang sempat bermanuver tadi, akan ada pemuda dan pemudi yang mau bergabung menjadi personil TNI AU setelah melihat keempat pesawat ini,”pungkasnya. (SK-APN)

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

height="100%"

loading...
banner 740x400

banner

banner