Gema Tanjungpinang “KRITIK PEMERINTAH JOKOWI-JK”

oleh
Pembina GEMA Pembebasan Tanjungpinang, Ustazd Erwin, menyampaikan orasinya. (Foto : Munsyi Bagus Utama)

– Kado Pahit 2017, Bukti Rezim Jokowi-JK Berkhianat.

TANJUNGPINANG (SK) — Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan Tanjungpinang menggelar Aksi Damai dengan menyampaikan pernyataan sikap mereka terhadap pemerintah Jokowi-JK, yang dinilai tak mampu mengatasi keterpurukan, di Simpang Pamedan Ahmad Yani Tanjungpinang, Sabtu, (14/01/2017).

Koordinator lapangan (Korlap) aksi damai, Al Luqman, mengatakan di awal tahun 2017, rakyat kembali disambut dengan kenaikan harga kebutuhan pokok yakni beras, gula, bahkan cabai yang meroket mencapai Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah)/Kg. Dalam kondisi rakyat yang terimpit, pemerintah memberikan “Kado Pahit” awal tahun yakni kenaikan ratif pengurusan pajak (STNK & BPKB) bagi kendaraan bermotor yang meningkat hingga 3 x lipat.

“Tak cukup puas, pemerintah juga menaikkan harga Tarif Dasar Listrik (TDL) secara berkala (Per 3 bulan) di tahun ini, begitu juga dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi, dan berencana menaikkan BBM bersubsidi pada pertengahan tahun ini,” katanya tegas.

BACA JUGA :  Syahbandar Tanjungpinang “TERINDIKASI ADA KEPENTINGAN TERTENTU”

Luqman juga mengatakan, apa yang disampaikan Menteri Keuangan, bahwa RAPBN 2017 sedang tidak sehat alias sekarat. APBN Indonesia Tahun 2017 akan memiliki nilai Rp. 2.070,5 Triliun dan penerimaan adalah Rp. Rp.1.737,6 triliun. Devisit Rp 332,8 Triliun atau 2.41 % dari APBD.

“Parahnya untuk menutupi defisit anggaran, pemerintah terus menambah hutang untuk membayar bunga yang sudah lama menumpuk dari masa kemasa, termasuk di era Jokowi-JK yang paling banyak berhutang. Terhitung didalam dua tahun kepemimpinan rezim Jokowi-JK hutang Indonesia menembus angka Rp 4.200 triliun,” katanya dengan suara lantang.

Pembina Gerakan Mahasiswa Pembebasan Tanjungpinang, Ustazd Erwin, mengingatkan rezim Jokowi-JK dan menyatakan sikap bahwa kebijakan kenaikan harga dan tarif adalah kebijakan yang pro terhadap kapitalisasing dan aseng. Hal ini menunjukkan rezim penguasa saat ini tidak berbeda dengan sebelumnya, yakni rezim neolib yang berlindung di bali citra “Wong Cilik”.

BACA JUGA :  Saparudin Muda : 10.000 Anggota PERPAT Siap Suarakan “TOLAK UWTO”

“Paket kebijakan liberal tersebut tertuang dalam kebijakan impor pangan dan tenaga kerja asing, perjanjian penambahan hutang Luar Negeri, serta penjualan dan perpanjangan perjanjian penguasaan aset-aset strategis kepada korporasi asing. Wal hasil Indonesia terus-menerus dikuasai korporasi asing, dan rakyatpun terasing di negeri sendiri,” kara Erwin.

Erwin menambahkan, bahwa paket kebijakan liberal yang diterapkan ini membuktikan bahwa telah nyata menghianati rakyat. Negeri ini juga telah di kangkangangi oleh ideologi kapitalisme-liberal melalui mekanismed politik busuk demokrasi yang berlindung di balik simbol-simbol keramat ideologi dan Undang-Undang kenegaraan.

Erwin mengatakan, apa yang mereka sampaikan adalah pernyataan sikap Pengurus Pusat Gerakan mahasiswa Pembebasan, yang di tandatangani Ketua Umum Pusat, Ricky Fattamazaya SH MH, dan sebagai pengurus di Tanjungpinang mereka wajib menyampaikannya.

BACA JUGA :  Syahbandar Tanjungpinang Disinyalir “LAKUKAN PEMBOHONGAN PUBLIK”

Aksi Damai ini membawa Tema “Kado Pahit 2017, Bukti Rezim Jokowi-JK Berkhianat”. (SK-MU/C)

 

Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.