Harga Beras dan Gula di Lingga Merangkak Naik

oleh

– Dewan : Pemkab Lingga Harus Bertindak Cepat.

LINGGA (SK) — Harga beras dan gula di Kabupaten Lingga mulai merangka naik. Hal ini dikarenakan bahan-bahan pokok ternasuk beras dan gula yang datang dari daerah FTZ seperti Batam dan Tanjungpinang tidak bisa masuk ke Lingga.

Pantauan Sijori Kepri di Pasar Dabo Singkep, Rabu (25/03/2015) keberadaan beras dan gula masih ada di pasaran, namun harganya mulai naik walaupun tidak signifikan sekitaran Rp 2.000 hingga Rp 3.000 perkilonya.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi III DPRD Lingga, Abdul Gani AL, menuturkan, menyikapi hal ini Pemerintah Daerah (Pemkab) Lingga harus bertindak cepat untuk mencari solusi permasalahan bahan kebutuhan masyarakat. Dalam hal ini Disperindag harus cepat menemukan solusinya karena menyangkut kebutuhan masyarakat Lingga.

BACA JUGA :  Pasokan Beras Impor Menipis

“Legislatif siap membantu untuk penyelesaian masalah ini, kita minta Disperindagkop cepat mengambil langkah-langkah untuk penyelesaian masalah ini,” singkatnya.

Sementara itu, Muzamil, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkops) Kabupaten Lingga, mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih membicarakan masalah sembilan bahan pokok dengan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, untuk mencari solusi agar bahan-bahan pokok tersebut dapat masuk ke Lingga secara resmi.

“Kita minta agar bahan-bahan pokok yang datang dari daerah FTZ seperti Batam dan Tanjungpinang dapat melewati jalur resmi ke Lingga. Tentunya dengan rekomendasi dari Pemprov Kepri,” sebutnya saat dikonfirmasi terkait dengan adanya kebijakan barang-barang dari kawasan FTZ untuk sementara tidak boleh masuk ke Kabupaten Lingga, Selasa (24/02/2015) via polselnya.

BACA JUGA :  Rapat TPID, Rahma : Harga Cabai Perlu Dipantau Secara Khusus

Dikatakannya kembali, hingga saat ini saya dan Dinas Perhubungan Provinsi Kepri belum menemukan solusi terkait hal ini. Namun kita terus mencari solusinya, saat ini masih terbentur barang kebutuhan tidak bisa keluar dari Batam dan Tanjungpinang karena masalah izin.

“Kalau beras kita tidak terlalu mempersalahkannya, karena kita bisa berkoordinasi dengan pihak Bulog Lingga, namun gula dan barang kebutuhan lainnya yang menjadi pemikiran kita, karena bila mengambilnya dari daerah lain harganya dipasaran Dabo akan sangat tinggi,” tutup Muzamil. (SK-Pus)

Shares

No More Posts Available.

No more pages to load.