SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Pertumbuhan ekonomi kota Tanjungpinang berdasarkan data statistik tahun 2015 mencapai 5,99%. Hal ini menunjukkan keberhasilan Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam menekan inflasi. Hal tersebut disampaikan oleh kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Gusti Raizal Eka Putra, di ruang Walikota ketika melakukan pertemuan dengan Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmasyah, SH, Rabu, (05/07/2017).
Inflasi yang dialami kota Tanjungpinang, tutur Gusti, cukup rendah dibandingkan kabupaten/ kota se-Provinsi Kepri, dimana inflasi mulai bulan Januari hingga Juni 2017 berada pada level 1,53%, sedangkan inflasi pada bulan Juni 2017 hanya 0,46%.
Untuk itu, Gusti, mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang, yang telah mampu menekan inflasi sekaligus melaksanakan berbagai macam kegiatan dan program untuk mengendalikan inflasi tersebut.
Gusti, juga mengatakan bahwa tahun 2017 ini pengendalian inflasi jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, dan ia berharap dapat terus dipertahankan. Kerja sama antar daerah dan peningkatan kegiatan pertanian juga terus dapat diupayakan, serta memanfaatkan bantuan dari perbankan yang menyentuh langsung kepada masyarakat.
Sementara itu, Lis Darmansyah, juga mengucapkan terimakasih kepada Bank Indonesia yang selama ini bekerja sama dengan Pemko Tanjungpinang.
Lis, juga merasakan adanya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan jelang Ramadhan dan pada bulan Ramadhan dengan menjual sembako murah, yang melibatkan perbankan dan BUMN lainnya sangat membantu pengendalian inflasi di kota Tanjungpinang.
Lis juga berharap agar ada peningkatan koordinasi, dalam pengendalian inflasi baik Pemerintah Provinsi Kepri maupun seluruh Kabupaten Kota di Provinsi Kepri.
“Sehingga, pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri kedepannya semakin membaik,” ujar Lis. (SK-DY/R)








