Sijori Kepri, Tanjung Pinang — Berenang bersama temannya, 2 (dua) pelajar Tanjung Pinang bernama Fauzia (10) dan Najla Okidawa (12), diduga tenggelam dan ditemukan tewas di Waduk Sungai Pulai, Kabupaten Bintan, Minggu, (24/10/2021), sekira pukul 15.50 WIB.
Plh KAKANSAR Tanjung Pinang sekaligus Kepala Seksi Operasi dan Siaga, Miswadi, membenarkan, bahwa telah terjadi Operasi SAR Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) 2 (dua) orang diduga tenggelam di Waduk Sungai Pulai, Kabupaten Bintan, pada Koordinat 0°55’10.88″U 104°33’5.56″T.
“Basarnas menerima informasi ini dari Wing Udara 1 Tanjung Pinang, Bapak Yudi. Selanjutnya Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjung Pinang berjumlah 5 (Lima) orang personil langsung menujui ke LKK (Lokasi Kejadian Kecelakaan),” kata Miswadi.
Namun dalam perjalanan ke LKK, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjung Pinang menerima Informasi dari Tim SAR Gabungan, bahwa korban telah ditemukan ± 5 M dari LKK. Selanjutnya korban dievakuasi menuju RSUD Provinsi Kepri Raja Ahmad Thabib Tanjung Pinang.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak Medis RSUD Provinsi Kepri Raja Ahmad Thabib Tanjung Pinang, bahwa korban dinyatakan MD (Meninggal Dunia),” ungkap Miswadi.
Kronologis kejadian berawal pada hari Minggu, (24/10/2021), sekira pukul 13.40 WIB, korban bersama temannya sedang bermain/beranang. Karena cuaca yang tidak baik, diduga korban terseret arus dan tenggelam.
Adapun unsur SAR yang terlibat dalam pencarian antara lain, KanSAR Tanjung Pinang, POLRI/Polres Bintan/Polair, TNI, BPBD Kabupaten Bintan, Tagana Bintan dan masyarakat setempat.
“Dalam pencarian Basarnas menggunakan dan menyiapkan Rubber Boat, Alat Selam, Palkom, Palmedis/Evakuasi dan Pakaian Covid-19,” tutup Miswadi. (R Rich)














