
TANJUNG PINANG – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menerima kunjungan Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri, Dato’ Wira Setia Laksamana Raja Al Hafiz, beserta jajaran di Gedung Daerah, Kota Tanjung Pinang, pada Senin (17/2/2025).
Kunjungan ini membahas persiapan prosesi penyambutan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri terpilih, Ansar Ahmad dan Nyanyang Haris Pratamura, sekembalinya dari pelantikan dan orientasi nasional.
Gubernur Ansar yang didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Kepri, TS Arif Fadillah, Kepala Dinas Kebudayaan Kepri, Juramadi Esram, serta Kepala Biro Umum Kepri, Abdullah, menyambut baik inisiatif LAM Kepri dalam menyelenggarakan penyambutan yang sarat dengan nilai adat dan budaya Melayu.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa prosesi penyambutan akan digelar di Bandara Raja Haji Fisabilillah pada 1 Maret 2025, bertepatan dengan hari pertama bulan suci Ramadhan.
LAM Kepri akan mengusung serangkaian tradisi khas Melayu dalam penyambutan tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap pemimpin daerah. Selain itu, akan diadakan acara buka puasa bersama untuk mempererat kebersamaan antara pemerintah, LAM Kepri, serta masyarakat.
Gubernur Ansar Ahmad menyampaikan apresiasinya terhadap peran aktif LAM Kepri dalam menjaga dan melestarikan adat budaya di Kepulauan Riau.
“Kehadiran LAM Kepri dalam prosesi ini bukan hanya sekadar menyambut kami secara adat, tetapi juga menunjukkan kuatnya nilai kebersamaan dalam membangun Kepri. Tradisi Melayu harus terus kita jaga sebagai identitas budaya daerah,” ujar Gubernur Ansar.
Ia juga berharap seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pelantikan hingga kepemimpinan ke depan, diberikan kelancaran dan keberkahan.
Pertemuan ini ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ketua LAM Kepri, memohon kelancaran bagi pelantikan, orientasi kepala daerah, serta perjalanan kepemimpinan Kepri di masa mendatang.
Dengan dukungan dan sinergi antara pemerintah daerah dan tokoh adat, diharapkan Kepulauan Riau dapat terus berkembang dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Melayu. ***














