LINGGA (SK) — Selat Kongki, di Desa Penaah, Kecamatan Senayang, direncanakan untuk pengembangan budi daya bola Ketam Bangkang atau Ketam Bakau (Kepiting-Red) oleh Lembaga Kelautan dan Perikanan (LKPI) Kabupaten Lingga. Pengembangan tersebut dilakukan LKPI, untuk membuka peluang usaha dan sekaligus untuk membuka lapangan pekerjaan bagi warga disana. Bola ketam yang berbentuk keranjang ini, merupakan wadah pertumbuhan ketam yang diletakkan pada aliran sungai yang ada akar bakaunya.
Kepala Desa Penaah, Abang Marwan, menyebutkan, kami mengucapkan terima kasih dengan hadirnya LKPI serta digandeng, Densi Diaz, yang berencana membudidaya Ketam Bangkang di Selat Kongki ini. Hal ini, tentunya disambut dengan antusias masyarakat.
“Kami menyabut baik rencana LKPI tersebut. Selain dapat membantu masyarakat Selat Kongki, juga membuka peluang usaha bagi masyarakat disana, dan juga lapangan pekerjaan,” ungkapnya.
Aldoni, Ketua LKPI Lingga, didampingi, Abang Marwan, Kepala Desa Penaah, dan juga Ibu Densi Diaz, yang merupakan pejuang buta aksara suku laut, yang langsung turun ke rumah warga suku laut Selat Kongki, mengatakan, potensi Selat Kongki ini untuk pengembangan bola Ketam Bangkang sangat baik, karena cara kerjanya tidak merusak bakau. Selain itu, kita juga mengajak masyarakat Desa Penaah khususnya yang berada di Selat Kongki, untuk membudidayakan bola ketam di hutan bakau tersebut.
“Ini peluang usaha, melalui kerjasama dengan masyarakat Selat Kongki. Tadi kami sosialisasikan budi daya ketam kepada warga disana,” terangnya, kepada awak media, Senin, (03/10/2016).
Budi daya bola ketam ini, lanjut Aldoni, memang sungguh sangat bagus untuk dikembangkan, karena tidak merusak bakau, dan bakau yang ada tidak ditebang sedikitpun. Selain itu, budi daya bola ketam ini, untuk mendukung perkembangan oksigen dunia, dan bermanfaat sekali bagi masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat Selat Kongki, untuk kerjasama secara komunitas atau kelompok. Kedepannya, nanti mereka juga bisa mandiri dan mengembangkan bola ketam ini. Hal ini, sudah pernah dilakukan dibeberapa lokasi di Daerah Jawa,” paparnya.
Sementara itu, Rudi, salah seorang pengurus LKPI lainnya, menuturkan, pola budi dayanya sangat simple, dan tidak merusak habitat yang ada. Bibit ketam yang dimasukkan ke bola ketam, hanya diberi makan ikan-ikan yang sudah tidak layak konsumsi. Sebenarnya, kita cukup prihatin dengan kondisi hutan bakau di Selat Kongki ini. Namun, jika dapat dikelola dengan baik, merupakan peluang usaha bagi masyarakat.
“Selain pola budi dayanya yang simple, juga menjadi peluang usaha bagi masyarakat Selat Kongki. Rencananya dalam waktu secepatnya, bola ketamnya sampai di sini,” unggahnya. (SK-Pus)








