TANJUNGPINANG (SK) — Rumpun Mahasiswa dan Pemuda Melayu (Rumah Melayu) dan Gema Lingga, meminta Ketua DPRD Kepri memerintahkan Partai untuk tidak mengusulkan Cawagub bermasalah. Karena mereka khawatir Cawagub tersebut tidak akan dapat bekerja dengan maksimal.
“Kita akan ancam boikot partai-partai pengusung yang memilih Cawagub yang bukan dari pada tanah Melayu, yang kemudian memiliki masalah hukum. 2019 kita boikot, kita serukan kepada seluruh masyarakat jangan dipilih lagi ini partai yang mengusung calon Wagub yang tidak bersih,” tegas Firman Akrabi, selaku Ketua Rumah Melayu, dalam orasinya, di depan Gedung DPRD Kepri, Senin, (03/10/2016).
Firman juga mengatakan, bahwa aksinya tidak hanya sampai disini. Mereka juga akan meneruskan aksi ini ketika puncaknya nanti, ketika Presiden Joko Widodo datang pada Festifal Bahari Kepri.
“Kita akan suarakan ini guna mamastikan, bahwa kita ingin Wakil Gubernur yang bersih yang tidak tersandera dengan hukum dan politik,” tegasnya.
Sementara itu, Juardi selaku Ketua Umum GEMA Lingga, juga menyuarakan yang sama. Dirinya meminta kepada partai pengusung untuk mengusulkan calon Wakil Gubernur dari Putra Daerah.
“Kami meminta agar partai pengusung dalam mengusulkan nama calon Wagub harus memprioritaskan putra daerah,” tambah Juardi.
Pada saat orasi, suasana agak sedikit tegang. Karena pendemo coba mendesak masuk, namun aparat keamanan dan Polres dan Satpol PP mengatasi keadaan. Kemudian barulah Ketua DPRD mempersilahkan Perwakilan mereka bertemu di ruangan yang disediakan. (SK-MU/C)















