TANJUNGPINANG (SK) — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, mengumumkan Perkembangan Ekspor Provinsi Kepri Bulan November 2016, pada acara Berita Resmi Statistik (BRS), di Kantor BPS Provinsi Kepulauan Riau, Jalan Ahmad Yani, No.21, Tanjungpinang, Kamis, (15/12/2016).
Kepala BPS Provinsi Kepri, Panusunan Siregar, dalam kesempatan tersebut menyampaikan, Kegiatan ekspor Provinsi Kepri pada bulan November 2016 dibanding Oktober 2016, turun sebesar 14,57 persen, yaitu dari US$1.035,55 juta menjadi US$884,68 juta. Penurunan nilai ekspor November 2016 disebabkan oleh turunnya ekspor komoditas nonmigas sebesar 20,26 persen.
Ekspor migas pada November 2016, tutur Panusunan Siregar, mencapai US$221,88 juta atau naik 8,60 persen dibanding Oktober 2016. Ekspor nonmigas November 2016 mencapai US$662,80 juta atau turun 20,26 persen dibanding Oktober 2016.
“Sedangkan ekspor nonmigas HS 2 digit terbesar November 2016 adalah golongan barang mesin/peralatan listrik (85) sebesar US$185,57 juta, sedangkan secara kumulatif Januari-November 2016 mencapai US$2.218,33 juta, dengan peranan terhadap ekspor nonmigas sebesar 27,85 persen,” papar Panusunan Siregar.
Untuk ekspor terbesar pada bulan November 2016, tambah Panusunan Siregar, yaitu ke Singapura yang mencapai nilai US$431,06 juta, sedangkan secara kumulatif Januari-November 2016 mencapai sebesar US$4.752,41 juta, dengan kontribusinya mencapai 47,92 persen.
Nilai ekspor Provinsi Kepri Januari-November 2016, terbesar melalui Pelabuhan Batu Ampar US$3.303,68 juta, disusul Pelabuhan Sekupang US$1.939,73 juta, Pelabuhan Kabil/Panau US$1.653,93 juta, Pelabuhan Tarempa US$1.164,95 juta, dan Pelabuhan Belakang Padang US$742,18 juta. Kontribusi kelima pelabuhan terhadap kumulatif ekspor Januari-November 2016 adalah sebesar 88,77 persen. (SK-DY)














