GESER UNTUK BACA BERITA
BINTAN

Ekspor Ayam Hidup Kepri Tembus 334 Ribu Ekor

×

Ekspor Ayam Hidup Kepri Tembus 334 Ribu Ekor

Sebarkan artikel ini
Ekspor Ayam Hidup Kepri Tembus 334 Ribu Ekor
Ekspor Ayam Hidup Kepri Tembus 334 Ribu Ekor. (Foto : Jlu)

BINTANEkspor ayam hidup atau live bird asal Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ke Singapura terus menunjukkan perkembangan positif dengan jumlah ekspor yang telah mencapai lebih dari 334.568 ekor.

Capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan sektor peternakan unggas di Kepulauan Riau dalam menembus pasar internasional melalui sistem peternakan modern dan standar kesehatan hewan yang ketat.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Ekspor ayam hidup tersebut dilakukan melalui perusahaan peternakan PT Ciomas Adisatwa dan PT Indojaya Agrinusa (Japfa Group) yang beroperasi di Kabupaten Bintan.

Dengan penerapan biosecurity yang ketat serta pengawasan kesehatan hewan secara berkelanjutan, ayam hidup asal Kepri berhasil memenuhi standar kualitas yang ditetapkan Pemerintah Singapura.

Keberhasilan tersebut menjadikan Kepulauan Riau sebagai satu-satunya provinsi di Indonesia yang mampu melakukan ekspor ayam hidup ke Singapura.

Pelepasan ekspor ayam hidup tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad di Kabupaten Bintan.

Ansar mengatakan capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, tenaga kesehatan hewan dan para peternak unggas di Kepulauan Riau.

“Keberhasilan ekspor ayam hidup ke Singapura ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kepulauan Riau. Ini membuktikan bahwa sektor peternakan kita mampu bersaing di pasar internasional dengan kualitas yang baik dan standar kesehatan yang tinggi,” kata Ansar Ahmad.

Menurut Ansar, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan terus memperkuat sektor peternakan unggas modern sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah dan ketahanan pangan nasional.

“Kita akan terus memperkuat sektor peternakan unggas di Kepri, baik dari sisi kualitas produksi, kesehatan hewan, hingga pengembangan investasi peternakan modern agar semakin maju dan berdaya saing,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan juga terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kualitas produksi unggas mulai dari kandang hingga proses pengiriman.

Transformasi sektor peternakan unggas di Kepulauan Riau terlihat dari penggunaan kandang modern, sistem peternakan terintegrasi, hingga distribusi ayam hidup melalui jalur laut menuju Singapura.

Dari wilayah perbatasan Indonesia di Kabupaten Bintan, produk unggas asal Kepri kini mampu menjangkau pasar internasional dan membawa nama Indonesia semakin dikenal di tingkat global. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100