LINGGA (SK) — PT. Petra Dabo Singkep (PDS) yang bergerak di bidang pengolahan karet di Desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Barat, pada bulan Februari tahun 2017, akan mulai produksi pengolahan karet kering yang akan di jual ke Luar Negeri. Jadi, untuk produksi PT PDS dalam satu bulan butuh 500 ton karet perbulan.
Beby Chandra, Direktur dan juga pemilik PT. Petra Dabo Singkep, mengatakan, saat ini untuk wilayah Dabo Singkep, karet yang di produksi dalam satu bulan mencapai 300 ton. Jumlah tersebut masih kurang sekitar 200 ton untuk mendapatkan omset perbulannya.
Meski begitu, ia mengaku optimis target produksi 500 ton karet perbulan pada bulan kedua tahun 2017 akan terwujud. Karena, pihaknya saat ini baru membeli karet dari petani dan penampung di wilayah singkep, dan belum sampai ke Daerah Lingga dan sekitarnya.
“300 ton tersebut baru untuk pulau singkep. Untuk Daik dan Senayang, bahkan kita akan sampai ke Tanjung Batu untuk membeli, pasti sampai 500 ton, mungkin bisa lebih,” ungkapnya.
Hampir tiga ratus ton karet saat ini mulai diolah, lanjut Beby, untuk tahap uji coba ini sudah memperkjakan kurang lebih sepuluh orang. Dan pada produksi di bulan kedua tahun 2017 nanti, perusahaan membutuhkan sedikitnya 20 orang tenaga kerja.
“Kalau harga kita cukup bersaing, kita ambil lebih tinggi seribu rupiah dari harga jual penampung,” terangnya.
PT. PDS saat ini, tambah Beby, baru memproduksi karet dalam bentuk kering dan belum di open dan masih bahan baku, masih dalam bentuk karet kering. Open saat ini kita belum punya, tapi ini sudah cukup baik untuk di produksi, dan masyarakat tentunya akan terbantu.
“Untuk harga, kita mengikuti harga luar negeri. Kita ikut Kurs dolar, hingga harga pasti lebih tinggi kita beli disini,” paparnya.
Terakhir, Beby Chandra, menuturkan, selain membeli karet dari penampung, pihaknya saat ini telah memiliki lahan kurang lebih 80 hektar dan di tumbuhi karet. Diperkirakan, dalam waktu setahun lagi 20 ribu batang karet siap panen.
“Karet yang dibeli dari masyarakat tersebut, jika diolah akan berkurang lima puluh persen. Kalau mereka menjual satu ton, setelah diolah hanya tinggal 500 kilo, dan tidak akan menimbulkan bau lagi,” unggahnya. (SK-Pus)







