KARIMUN (SK) — Kondisi Jembatan di Guntung Punak, RT 01/RW 02, Kelurahan Darussalam, Kecamatan Meral Barat ,sudah sangat parah. Apalagi dengan guyuran Hujan seharian penuh yang terjadi pada Senin, (23/01/2017), membuat Jembatan ini hampir hanyut terbawa arus sungai. Kondisi saat ini, jembatan sudah miring tidak lurus dengan badan jalan. Hal ini disebabkan, longsornya tebing pinggiran sungai yang selalu terbawa arus.
Mustopa (54), Ketua Rukun Warga (RW) Guntung Punak mengatakan, sudah banyak swadaya masyarakat baik dalam bentuk fisik dan non fisik disumbangkan untuk perbaikan Jembatan ini. Namun, karena minimnya swadaya yang dilatar belakangi kondisi Masyarakat Guntung Punak, membuat jembatan ini tak mampu untuk bertahan dengan baik.
“Kita sudah berupaya dengan swadaya masyarakat yang ada, namun kondisi masyarakat disini masih sangat minim, baik dari pendidikan dan pekerjaan, membuat jembatan ini tidak bisa sempurna perbaikannya,” kata Mustopa, yang ditemui Jurnalis Sijori Kepri, di Kediamannya senin lalu.
Mustopa juga mengatakan, bahwa dirinya sudah mangajukan perbaikan jembatan itu melalui berbagai program, seperti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), dan melalui reses anggota DPRD Karimun. Namun hingga kini, belum ada realisasinya. Padahal, jika terlalu lama jembatan tersebut tidak segera diperbaiki, maka jembatan tersebut bisa terserat arus sungai dan memisahkan jembatan dengan jalan.
“Kita sudah mengusulkan perbaikan jembatan ini dengan pelbagi program, mulai dari Musrenbang sampai reses anggota dewan, tapi belum juga ada percepatan perbaikan. Kalau jembatan ini dibiarkan, apalagi musim penghujan seperti ini, tak lama jalan akan putus, karena jembatannya terseret arus,” ungkapnya
Mustopa berharap, segera ada perbaikan jembatan ini. Sebab menurutnya, jembatan tersebut adalah akses Masyarakat Guntung Punak menuju Lembah Permai, yang mana banyak aktifitas seperti anak sekolah yang melewati kembatan itu. Jika tidak segera diperbaiki, menurut Mustopa, maka masyarakat akan kesulitan dalam menjalankan aktifitasnya hari-hari.
“Tentunya kami mengharap cepat perbaikan jembatan ini. Karena sudah terlalu lama kita ajukan. Lagi pula, musim hujan tak dapat kita bendung. Kalau jembatan sudah tidak ada, maka susahlah masyarakat untuk beraktifitas,” harapnya. (SK-RK/C)








