– Ini Persyaratannya.
TANJUNGPINANG (SK) — Untuk Tahun 2017 ini, direncanakan Provinsi akan mendapatkan bantuan kapal nelayan, sesuai dengan program pemerintah pusat melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan. Bantuan tersebut diberikan secara bertahap, dimana Provinsi Kepri akan mendapat bantuan sekitar 120 (seratus dua puluh) kapal, untuk wilayah Natuna, namun dengan berbagai persyaratan.
Demikian informasi ini disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri, Edy Sofyan, saat audensi dengan Pengurus LKPI Kepri, di ruang rapat Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri, Tanjungpinang, Selasa, (14/02/2017).
“Angka itu masih perkiraan, karena sekarang bantuan tidak lagi perorangan seperti sebelumnya, melainkan melalui persyaratan-persyaratan, yaitu koperasi-koperasi yang mendampingi para nelayan. Disamping itu, bantuan juga disesuaikan spesifikasinya dengan kebiasaan nelayan setempat dan kondisi alamnya,” kata Edy Sofyan.
Diketahui, program sebelumnya dinamakan “Inka Mina” menemui kegagalan, karena dilakukan secara instan, tanpa pendampingan.
Edy menyambut baik kerja sama yang ditawarkan LKPI, dan berharap LKPI sebagai lembaga kemasyarakatan yang bergerak di bidang maritim, bisa menjadi mitra yang dapat bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan, karena wilayah Kepri yang luas, tidak mungkin semuanya terjangkau dengan petugas pemantau yang terbatas. Oleh sebab itu, Ia meminta kepada LKPI untuk membuat program yang nantinya bisa diusulkan di Musrembang dan dapat masukkan menjadi agenda kegiatan, melalui dinas terkait.
“Saya berharap LKPI bisa membangun bekerja sama, namun tidak saling menyulitkan dan mampu memberikan yang terbaik sebagai pendamping untuk masyarakat maritim,” katanya lagi.
Ditempat yang sama, Direktur LKPI Provinsi Kepri, Aldoni, menyatakan siap bekerja sama, karena LKPI Kepri sudah mendampingi nelayan di Lingga yaitu 16 koperasi, bahkan memberikan sosialisasi kepada nelayan-nelayan di Kepri tentang Koperasi, hukum laut, dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan.
“Namun untuk di Anambas dan Natuna, keperngurusannya belum di SK kan, sehingga belum dapat dibentuk koperasi, melainkan masih dalam bentuk Kelompok Usaha Bersama Nelayan. Secepatnya akan kami tuntaskan,” kata Aldoni.
Seirama dengan Edy dan Aldoni, Bendahara Umum LKPI Provinsi Kepri, Irwanto berharap, LKPI di percaya untuk memantau ke daerah-daerah, mana yang sebenar-benarnya nelayan, agar bantuan itu bisa tepat guna.
“Kejadian di lapangan, ada kapal bantuan yang justru tidak digunakan. Karena lama dibiarkan, sehingga menjadi tempat ayam bertelur,” cerita Irwanto.
Irwanto juga merasa sedih dengan keaadaan ekonomi nelayan di Kepri yang masih rendah, padahal sumber daya alamnya melimpah dibandingkan di daerah Jawa.
“Di Banyuwangi, ikannya tidak sebanyak di Kepri, tapi karena nelayannya terlatih dan mendapatkan pembinaan yang cukup, membuat ekonominya lebih baik dari nelayan Kepri pada umumnya,” kisah Irwanto, yang memang berasal diri tanah Jawa.
Karena waktu yang terbatas, disebabkan jadwal Edy Sofyan yang padat, pertemuan itu hanya berlangsung sekita dua jam saja, mulai pukul 10:00 hingga 12:00 WIB. Edy berjanji akan ada pertemuan lagi, karena masih banyak permasalahan yang akan dibicarakan bersama LKPI mengenai masyarakat maritim di Kepri, meski belum menentukan waktunya. (SK-MU/C)








