TANJUNGPINANG (SK) — Pada Februari, gabungan 2 kota IHK (Kota Batam dan Kota Tanjungpinang) di Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan inflasi sebesar 0,16 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 127,93. Inflasi tahun kalender (Februari 2017 terhadap Desember 2016 ) sebesar 0,87 persen dan Inflasi tahun ke tahun (Februari 2017 terhadap Februari 2016) sebesar 4,19 persen. Dari 2 kota IHK di Provinsi Kepulauan Riau, semua kota mengalami inflasi, yakni Kota Batam 0,09 persen dan Kota Tanjungpinang 0,59 persen.
Dari Berita Resmi Statistik (BRS) yang telah dilaksanakan oleh BPS Provinsi Kepulauan Riau pada Rabu, (01/03/2017), Inflasi gabungan dua kota IHK di Kepulauan Riau disebabkan oleh kenaikan indeks lima kelompok yang menyusun inflasi gabungan dua kota IHK di Kepulauan Riau, yaitu: kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,25 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,12 persen; kelompok sandang sebesar 0,67 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,05 persen; serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,58 persen. Sebaliknya, kelompok bahan makanan justru mengalami penurunan indeks sebesar 0,41 persen.
Untuk Komoditas yang mengalami peningkatan harga untuk kota Batam antara lain adalah angkutan udara, bayam, kacang panjang, udang basah, emas perhiasan, tarip pulsa ponsel, minyak goreng, kangkung, mie kering instan, sotong, sawi hijau, teh manis, selar, minuman ringan dan kakap merah.
Sedangkan Komoditas yang mengalami peningkatan harga untuk Kota Tanjungpinang antara lain selar, tongkol sotong, tukang bukan mandor, udang basah, tarip listrik, sewa rumah, rokok kretek filter, kangkung, kembung, kacang panjang, emas perhiasan, belanak, sate dan minyak goreng. Dari 23 kota IHK di Sumatera, tercatat 10 kota mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Dumai sebesar 1,12 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Batam dan Palembang sebesar 0,09 persen. Sebaliknya, 13 kota IHK di Sumatra justru mengalami deflasi dengan deflasi tertinggi terjadi di Kota Jambi sebesar 1,40 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Bungo sebesar 0,02 persen.
Secara nasional dari 82 kota IHK se-Indonesia, tercatat 62 kota mengalami inflasi dan 20 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Manado sebesar 1,16 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Ternate sebesar 0,03 persen. Sebaliknya, deflasi tetinggi terjadi di Kota Jambi sebesar 1,40 persen dan terendah terjadi di Kota Bungo sebesar 0,02 persen. (SK-DY/R)








