TANJUNGPINANG (SK) — Untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang memenuhi standar yang diinginkan Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai. Oleh karena kondisi dan kebututuhan sekolah tertera secara online ke pemerintah, dibutuhkan administrator/operator yang kompeten, yang nantinya mencatat apa adanya, seperti yang disampaikan Asisten Pemerintahan Kota Tanjungpinang, Ahadi, pada saat membuka Workshop Pemetaan Sebaran Sekolah Menggunakan Data Pokok Pendidikan (DAPODIK), untuk jenjang SD Negeri/Swasta se-Kota Tanjungpinang, di Hotel Aston, Jalan Adi Sucipto, KM 11, Tanjungpinang, Rabu, (08/03/2017).
“Administrator sekolah hendaknya harus membuat laporan sesuai dengan yang sebenarnya. Kalau sarana sekolah itu hanya memiliki sekian ruang kelas, WC , mungkin perpustakaan, jumlah siswanya berapa, berapa tenaga pengajarnya, harus di laporkan apa adanya,” kata Ahadi.
Ahadi mengemukakan alasan megapa data itu harus valid dan apa adanya, agar nantinya pemerintah benar-benar mengetahui secara persis kondisi dan kebutuhan sekolah itu sesungguhnya berdasarkan pemetaan yang benar untuk disesuaikan dengan anggaran yang semestinya dikucurkan.
“Jadi kekurang-kekurangan yang perlu difikirkan oleh pemerintah daerah maupun pusat, semuanya berdasarka data. Oleh sebab itu, datanya mohon di catat sebagaimana apa adanya. Dari kehari selalu ada perubahan, dan tetap di catat, sehingga daerah dan pusat mengetahui, dan dapat di perkirakan anggaran yang semestinya diberikan,” harapnya.
Ahadi mengingatkan, untuk terlaksana semua ini dibutuhkan kedisiplinan, sebagaimana yang diinstruksikan Walikota. Jadi, Lanjutnya, jangan heran kalau nanti ada Satpol PP yang patroli ke mini market, kedai-kedai kopi, dan tempat-tempat lain saat jam sekolah.
“Sebelumnya sudah diterapkan, namun sekarang kedisiplian mulai pudar kambali. Jadi kalau mau keluar waktu jam sekolah, harus ada surat tugas,” tutupnya.
Pada pembukaan Workshp itu hadir Kadisdik Kota Dadang AG, Sekretaris Disdik Kota M Yasir, 2 (dua) orang nara sumber dari Jakarta, utusan Pusat Data Statistik dan Pendidikan, yaitu Yas Ahmad dan Iis Irwanto, dan peserta workshop dari perwakilan 74 SD baik negeri maupun swasta. (SK-MU)








