SIJORIKEPRI.COM, NATUNA — Anggota DPRD Natuna, Komisi II, Bidang Ekonomi dan Pembangunan, dari Partai Amanat Nasional (PAN) Dapil 2, Yohannis menekankan, pada tahun 2018 mendatang akan dilanjutkan pembangunan jalan lingkar penghubung antar Desa Serantas dengan Desa Tanjung Batang, memakan anggaran Rp 10 Milyard dari APBN.
Dikatakan Yohannis, dari dulu yang menjadi permintaan prioritas masyarakat ke Pemda adalah jalan lingkar antar Desa Serantas dengan Desa Tanjung Batang, serta pelabuhan penghubung antar Desa Teluk Labuh dengan Pulau Hantu dan Desa Teluk Melam. Dari Pemkab Natuna bersama Pemprov Kepri dan Pemerintahan Pusat, di tahun depan akan memprioritaskan permintaan dari masyarakat Kecamatan Pulau Tiga Lama dan Kecamatan Pulau Tiga Barat tersebut.
“Sebagai persiapannya, tahun 2018 mendatang, kita akan menyelesaikan jalan lingkar dan pelabuhan penghubung dengan beton bertulang tersebut sebagai permintaan dari masyarakat,” Kata Yohannis, saat di jumpai di ruangannya, Rabu, (29/03/2017).
Selain itu, Yohannis juga menyebutkan, Kecamatan Pulau Tiga Lama dan Kecamatan Pulau Tiga Barat, sudah seperti kampungnya sendiri. Jadi ia lebih fokus menyalurkan bantuan ke Kecamatan tersebut.
“Di dua Kecamatan merupakan daerahnya sendiri, dimana permintaan dari masyarakat merupakan permintaan dari dirinya sendiri, karena saya berasal dari dapil tersebut. Sehingga saya akan fokus bantuan pada pembangunan fisik. Apa yang diberikan sudah menjadi tanggungjawab sebagai seorang wakil rakyat,” ungkapnya.
Menurut Yonnis, dengan terealisasinya jalan lingkar dan pelabuhan penghubung tersebut, dapat menunjang perekonomian masyarakat dan mempermudah akses bagi anak untuk ke sekolah, serta akses masyarakat antar pulau.
“Apabila semua itu bisa terealisasi manfaatnya sangat banyak. Selain bisa menunjang perekonomian masyarakat setempat, dapat juga sebagai penghubung antar masyarakat setiap pulau. Selain itu, yang lebih utama adalah mempermudah akses anak-anak untuk ke sekolah, karena kita lihat selama ini anak-anak pergi ke sekolah harus menggunakan pompong penyeberangan. Sehingga banyak resikonya, tetapi dengan adanya jalan lingkar dan pelabuhan penghubung ini, semua bisa terjawab,” jelasnya.
Yohannis juga mengatakan, untuk penerangan (Listrik) untuk dua kecamatan tersebut sedang tahap pengerjaan, sedangkan air bersih tidak ada kendala.
“Mengenai listrik untuk dua kecamatan tersebut tidak ada masalah, karena sebentar lagi masyarakat akan mendapatkan lisrik. Semuanya masih dalam pengerjaan,” ucapnya.
Lebih lanjut Yohannis, mengatakan pembangunan pelabuhan penghubung sangat banyak manfaatnya, sehingga dapat dirasakan oleh nelayan.
“Sarana ini lah yang akan kita prioritaskan lebih dulu, manfaat yang banyak untuk di rasakan oleh masyarakat. Selama masih menjadi perwakilan rakyat, saya akan memperjuangan kepentingan untuk rakyat, karena harapan rakyat harus kita utamakan,” tutupnya. (SK-Nard)







